Tersangka Kurir Sabu Mengaku Diperintah Napi Rutan Way Huwi

Ari Yansyah (28), tersangka kurir narkoba, mengungkap awal mula aksinya menemui calon pembeli sabu.

Tersangka Kurir Sabu Mengaku Diperintah Napi Rutan Way Huwi
Tribun Lampung/Anung Bayuardi
Penyidik Polres Lampung Utara mengeinterogasi Ari Yansyah (28), tersangka kurir narkoba jenis sabu, Minggu (3/6/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ANUNG BAYUARDI

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Ari Yansyah (28), tersangka kurir narkoba, mengungkap awal mula aksinya bersama dua rekan menemui calon pembeli sabu di Kotabumi, Lampung Utara.

Kepada penyidik Polres Lampura, Ari mengaku berangkat bersama dua rekannya dari Bandar Lampung menuju Kotabumi pada Jumat (1/6/2018) malam sekira pukul 20.00 WIB. Mereka tiba di Kotabumi sekitar pukul 23.00 WIB.

Ari mengaku mendapat perintah mengantar narkoba dari bosnya yang mendekam di Rumah Tahanan Way Huwi, Lampung Selatan.

"Kami menjalankan perintah bos yang ada di Rutan Way Huwi untuk menemui calon pembeli di Kotabumi," kata Ari.

"Sekitar jam setengah satu (00.30 WIB), kami bertemu calon pembeli di depan RM Taruko Jaya I. Dia (calon pembeli) masuk ke dalam mobil," sambungnya.

Tak lama, beber Ari, datang polisi hingga membuat dirinya dan dua rekannya serta calon pembeli panik. Mereka lantas tancap gas.

"Sekali mengantar barang (narkoba), saya dapat upah Rp 500 ribu," kata Ari seraya memastikan lagi bosnya adalah narapidana di Rutan Way Huwi.

Tim Operasional Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara meringkus Ari Yansyah (28), warga Jalan Raden Saleh, Kelurahan Tanjung Seneng, Kecamatan Way Kandis, Bandar Lampung.

Ari kini berstatus tersangka kurir narkoba jenis sabu-sabu.

Halaman
12
Penulis: anung bayuardi
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved