Aksi Cium Bibir Presiden Rodrigo Duterte ke Wanita di Korsel Memantik Kemarahan Netizen

Aksi Cium Bibir Presiden Rodrigo Duterte ke Wanita di Korsel Memantik Kemarahan Netizen

Aksi Cium Bibir Presiden Rodrigo Duterte ke Wanita di Korsel Memantik Kemarahan Netizen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, melakukan aksi kontroversial dengan mencium bibir wanita ketika berkunjung ke Korea Selatan ( Korsel).

The Phillippine Star, seperti dikutip The Telegraph Senin (4/6/2018) melaporkan, awalnya Duterte berbicara di hadapan komunitas pekerja Filipina di Seoul.

Di akhir acara, dia membagikan buku berjudul Altar of Secrets: Sex, Politics and Money in the Philippine Catholic Church.

Ada dua orang perempuan yang naik ke panggung. Kepada mereka, Duterte meminta ciuman sebagai ganti buku yang diberikan.

"Anda harus membayar saya dengan ciuman. Apakah Anda siap untuk saya cium?" tanya Duterte kepada salah satu perempuan.

Presiden 73 tahun tersebut dilaporkan membuat gestur bahwa dia berniat mencium salah satu perempuan itu di bibirnya.

"Anda masih lajang? Anda belum berpisah dari pasangan Anda? Tapi bisakah Anda katakan bahwa semua ini hanyalah lelucon?" tanya dia kepada wanita itu dilansir Rappler.

Di akhir, Duterte mencium perempuan itu yang kemudian memicu sorakan serta tepuk tangan dari komunitas Filipina yang hadir.

Mantan Wali Kota Davao itu kemudian menjelaskan, dia melakukan ciuman di bibir tersebut sebagai gimmick untuk menghibur warganya.

Namun, aksi Duterte memantik kemarahan netizen.

"Memaksa melakukan ciuman itu untuk kepentingan merupakan pelecehan," kata akun Twitter bernama Rik Escudero.

Kantor Kepresidenan Filipina menanggapi ciuman itu dengan menegaskan Duterte merupakan sosok yang menghargai perempuan.

Dalam keterangan resmi, Duterte merupakan sosok yang melindungi hak wanita.

"Ketika masih menjabat di Davao, dia melindungi wanita dari pelecehan," demikian pernyataan kantor kepresidenan.

Duterte pernah dikecam pada Februari lalu ketika memerintahkan pasukannya untuk menembak anggota pemberontak perempuan di kelamin mereka.


Editor: taryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help