Bahaya Mana, Ban Kurang Udara atau Kelebihan Udara?

Masyarakat yang mudik menggunakan alat transportasi darat, khususnya mobil, wajib memperhatikan tekanan udara ban.

Bahaya Mana, Ban Kurang Udara atau Kelebihan Udara?
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Masyarakat yang mudik menggunakan alat transportasi darat, khususnya mobil, wajib memperhatikan tekanan udara ban.

Selain demi kelancaran, hal itu juga untuk menjaga keselamatan bersama selama di perjalanan.

Usahakan untuk selalu berada dalam ukuran normal yang telah direkomendasikan oleh masing-masing pabrikan mobil.

Baca: PT KAI Sediakan Makanan Gratis untuk Buka dan Sahur Mulai 5 Juni 2018

Baca: Pencuri Motor dan Pembuat Kunci T Ditembak Polisi karena Tak Kooperatif Saat Ditangkap

Biasanya, ukuran standar bisa dilihat di sekitar pintu depan bagian pengemudi.

Menurut Rally Marina, pebalap wanita asal Indonesia, memperhatikan tekanan udara pada ban itu sangat wajib.

Sebab, jika kurang asupan udara, ban mudah pecah dan bisa membahayakan orang yang ada di mobil tersebut apalagi dalam kondisi kecepatan tinggi.

"Justru kurang udara yang menjadikan ban pecah, bukan karena kelebihan udara," kata Rally belum lama ini di kawasan Jakarta Selatan.

Baca: Daihatsu Percaya Hi-Max Masih Dibutuhkan

Baca: Inden Lama Bikin Konsumen Xpander Berpikir

Hal tersebut juga diungkapkan Aries Abdullah, Senior Manager Business Support Sales Replacement PT Gajah Tunggal Tbk.

Menurut dia, kurang udara itu membuat ban menjadi berlipat sehingga ketika melaju terus terjadi gesekan dengan aspal dan bisa meledak.

"Jadi lebih aman sesuai dengan rekomendasi pabrikan, kalau perjalanan jauh ditambah 10 persen dari ketentuan, untuk mengurangi defleksi (perubahan bentuk) pada ban," ujar Aries di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Nah, jadi buat Anda yang mudik wajib memperhatikan hal ini sebelum mulai melakukan perjalanan ke kampung halaman.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bahaya Mana, Ban Kurang Udara atau Kelebihan Udara?", https://otomotif.kompas.com/read/2018/06/04/140500815/bahaya-mana-ban-kurang-udara-atau-kelebihan-udara.

Editor: muhammadazhim
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help