Grafis Tribun Lampung

Cara Antisipasi Cuaca Panas Pada Puncak Haji 2018

Ada pun sejumlah hal yang bisa dilakukan jamaah haji indonesia untuk mengatasi cuaca panas di Arab Saudi.

Penulis: dodi kurniawan | Editor: Reny Fitriani
GrafisTribunlampung/Dodi
Udara Panas Arab Saudi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kota Mekkah sebagai pusat kegiatan ibadah haji dan umrah, mempunyai iklim gurun sebagaimana wilayah lain di Arab Saudi.

Suhu yang berubah ekstrem antara siang hari dan malam, menjadi salah satu ciri utama iklim ini.

Musim haji 2018 atau 1439 Hijriah akan berlangsung di tengah cuaca yang panas. Diprediksi, suhu saat puncak Haji nanti bisa mencapai 50 - 60 derajat celcius.

Perbandingan lebih ekstrem terjadi antara musim panas dan musim dingin di sana. Selama musim panas, suhu udara pada siang hari di Arab Saudi bisa mencapai kisaran 55 derajat Celcius.

Suhu tinggi itu pun kerap disertai angin kering dan debu yang berterbangan. Musim panas di sana biasanya dimulai pada setiap April sampai Agustus.

Ada pun sejumlah hal yang bisa dilakukan jamaah haji indonesia untuk mengatasi cuaca panas di Arab Saudi.

Berikut penjelasan infografis di bawah ini.

Udara Panas Arab Saudi
Udara Panas Arab Saudi (GrafisTribunlampung/Dodi)
Udara Panas Arab Saudi
Udara Panas Arab Saudi (GrafisTribunlampung/Dodi)
Udara Panas Arab Saudi
Udara Panas Arab Saudi (GrafisTribunlampung/Dodi)
Udara Panas Arab Saudi
Udara Panas Arab Saudi (GrafisTribunlampung/Dodi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved