PLTU Sebalang Terbakar, Siap-siap Pemadaman Bergilir di Lampung
Terkait penyebab kebakaran dan kerusakan yang menimpa PLTU Sebalang, Bernadus tidak bisa menjelaskan secara rinci.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemadaman listrik yang terjadi pada Jumat, 24 Agustus 2018, ternyata disebabkan terbakarnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sebalang.
PLTU yang berlokasi di Tarahan, Lampung Selatan itu terbakar pada Kamis, 23 Agustus 2018, sekitar pukul 20.15 WIB.
Akibatnya, beberapa peralatan PLTU Sebalang mengalami gangguan dan berdampak terhadap berkurangnya daya pasok.
Baca: Pemadaman Bergilir di Lampung Akibat PLTU Sebalang Terbakar Selama 4 Jam
Supervisor Humas Manajer Hukum dan Humas PT PLN (Persero) Distribusi Lampung Bernadus Hernawan Herta menuturkan, dengan adanya gangguan pada peralatan di PLTU Sebalang dan berkurangnya debit air di PLTA Besai, daya pasok ke Lampung berkurang 100 MW.
"Jadi kami harus melakukan pengurangan beban di beberapa lokasi di Provinsi Lampung," tutur Bernadus, Jumat, 24 Agustus 2018.
Saat ditanya apakah pengurangan beban akan berdampak pada pemadaman bergilir, Bernadus mengiyakan.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi saat ini. Kami akan terus berupaya untuk percepatan recovery sehingga pemenuhan energi tercukupi kembali," tandasnya.
Terkait penyebab kebakaran dan kerusakan yang menimpa PLTU Sebalang, Bernadus tidak bisa menjelaskan secara rinci. "Saat ini sedang diinvestigasi. Ditunggu informasinya ya," tutupnya.
Percikan Api Las
Penyebab PLTU Sebalang terbakar diduga karena adanya percikan api pengelasan, yang mengenai belt conveyor (ban berjalan).
Karena terbuat dari bahan karet, belt conveyor tersebut terputus, lalu jatuh dan masuk ke bagian mesin pemecah batu bara (coal crusher building).
Tak pelak, api pun membesar.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung, dikerahkan untuk memadamkan api.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Bandar Lampung M Rizki membenarkan bahwa pemicu kebakaran adalah terbakarnya belt conveyor.
"Unit yang terbakar itu belt conveyor," ungkap Rizki, Jumat (24/8/2018).