YLKI Sebut Pemadaman Listrik yang Terjadi di Lampung Penyakit Lama

Ketua YLKI Provinsi Lampung, Subadra Yani menyatakan, kondisi pemadaman listrik yang kerap terjadi di Lampung merupakan penyakit lama.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
net
ilustrasi mati lampu 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Solichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ketua YLKI Provinsi Lampung, Subadra Yani menyatakan, kondisi pemadaman listrik yang kerap terjadi di Lampung merupakan penyakit lama dan menyangkal terkait klaim PLN yang menyatakan bahwa pembangkitan listrik PLN sudah surplus.

Ada sistem yang harus tidak bisa ditinggalkan adalah transmisi yang dibangun sampai hari ini tidak jelas laporan PLN bagaimana progres pembangunan yang sudah ada kesepakatan di wilayah kebun PT Sugar Group.

Baca: Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir di Lampung Ditanyakan Warga, PLN Jelaskan PLTU Sebalang Terbakar

"Ketika terjadi gangguan sistem maka interkoneksi Sumbagsel itu bekerja untuk mensuplay defisit daya yang terjadi di wilayah Provinsi Lampung. Kalau ada gangguan sistem maka normalisasi itu tidak perlu lama dan inilah yang dibutuhkan masyarakat penjelasan secara jujur, kongkret dan komperhensif dari PLN," paparnya.

Kenapa apabila ada gangguan sistem, itu normalisasinya lambat? Sepengetahuan YLKI karena transmisinya masih memakai satu jalur, dan bagaimana progres pembangunan transmisi? Itu harus dipaparkan kepada masyarakat Lampung.

"Jangan PLN memiliki target Lampung Terang Benderang 2019 namun kondisinya seperti ini lagi, sehingga pesimis dengan target tersebut akan tercapai. Ketika terjadi pemadaman hanya permohonan maaf karena gangguan dan akan melakukan percepatan perbaikan, tapi tidak ada kreasi baru yang dilakukan PLN," paparnya.

"Kalau soal kerugian tentunya masyarakat yang selalu dirugikan, namun PLN tidak pernah secara terbuka menjelaskan kemana interkoneksi yang bisa disuplay dari Sumbagsel karena itukan surplus," sambungnya.

Ia mengatakan, jika bicara pembangkit selalu kejar-kejaran dengan kebutuhan listrik maka tidak pernah yakin bahwa akan terjadi surplus yang bisa membackup apabila terjadi gangguan sistem pembangkitan dan dipastikan terjadi defisit.

Maka ada alternatif bantuan daya itu oleh interkoneksi. Dimana-mana itu ada interkoneksi saling membantu dan mensuplay. Maka YLKI menuntut progres pembangunan transmisi sampai sejauh mana karena sudah hampir 11 tahun mangkrak pembangunannya di kawasan kebun SGC.

"Bagaimana listrik bisa dialiri kalau tidak ada tempat kabelnya untuk mengalirkan. Kalau kita kurang daya maka bisa disuplay dari Sumbagsel itu namanya sistem interkoneksi yaitu membantu kekuragnan kita, tapi bagaimana mau dikirim kalau sistemnya transmisinya tidak memadai," tandasnya. (eka)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved