Penulisan Angka 4 pada Jam Gadang di Bukittinggi Simpan Makna Khusus

Menara jam dengan petunjuk waktu berukuran besar ini memang selalu menarik perhatian turis yang berkunjung ke Bukittinggi.

Penulisan Angka 4 pada Jam Gadang di Bukittinggi Simpan Makna Khusus
shutterstock/KiwiGraphy
Jam Gadang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kamu pasti tak asing dengan nama Jam Gadang.

Ya, Jam Gadang dikenal sebagai landmarknya Kota Bukittinggi.

Menara jam dengan petunjuk waktu berukuran besar ini memang selalu menarik perhatian turis yang berkunjung ke Bukittinggi.

 Jam Gadang dalam bahasa Minangkabau berarti jam besar.

Jam Gadang dibangun pada 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota) Rook Maker.

Sekilas memang tak ada yang aneh pada Jam Gadang.

Baca: Alat Kelamin Terpotong saat Sunat, Bocah 5 Tahun Terima Kompensasi Rp 462,2 miliar

Namun jika diperhatikan, Jam Gadang ini memiliki penulisan angka romawi '4' yang berbeda.

Jika biasanya angak 4 pada penulisan romawi adalah IV, pada Jam Gadang ini di tulis IIII.

Berdasarkan penelusuran TribunTravel.com, angaka 'i' besar berjajar empat tersebut memiliki banyak penjelasan.

1. Keseimbangan Visual

Halaman
123
Tags
Jam Gadang
Editor: martin tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved