Tribun Tanggamus

Pemkab Tanggamus Tunggu Data BKN soal PNS Koruptor

BKPSDM Tanggamus masih menunggu data Aparatur Sipil Negara (ASN) mantan koruptor yang aktif bekerja.

Pemkab Tanggamus Tunggu Data BKN soal PNS Koruptor
ist
ILUSTRASI PNS

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Tanggamus masih menunggu data Aparatur Sipil Negara (ASN) mantan koruptor yang aktif bekerja.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) belum mengirimkan data tersebut setelah mengekspos di Lampung ada 97 ASN mantan koruptor masih berstatus aktif sebagai ASN.

Baca: Hari Kedua, 20 Orang Sukses Daftar CPNS 2018 Tanggamus

"Informasinya data tersebut akan dikirimkan dari pusat ke daerah. Lalu daerah melaksanakan putusan pusat itu. Jika ada data BKN kami juga akan cek, yang bersangkutan masih jadi ASN di Tanggamus atau sudah pindah. Kemudian dicek apakah masih aktif atau sudah pensiun," ujar Kabid Pembinaan dan Pengelolan Data Pegawai BKPSDM Tanggamus Gofir Purwanto kemarin.

Baca: Pemkab Tanggamus Prihatin Terkait Turunnya Harga Kopi di Pasaran Dunia.

Ia menambahkan, BKPSDM tidak mengetahui rinci seluruh ASN yang terlibat korupsi dan sudah jalani masa tahanan. ASN terlibat korupsi sudah diberhentikan, dan lainnya pindah keluar kabupaten.

"Namun jika BKN memiliki data yang lainnya, tentu itu akan jadi dasar perbandingan. Itu pun akan jadi dasar pembahasan bersama rapat pemberhentian ASN," urai Gofir.

Keputusan pemberhentian ASN hanya bisa dilakukan oleh kepala daerah, sedangkan BKPSDM hanya melaksanakan perintah kepala daerah. Pemberhentian pun mengacu pembahasan rapat, apakah secara tidak hormat atau pemberhentian saja dan harus memiliki aturan jelas..

"Jangan sampai keputusan pemberhentian digugat oleh orang yang diberhentikan. Jika diputuskan pemberhentian dengan tidak hormat tidak dapat pensiun. Sedangkan jika pemberhentian saja masih bisa mendapatkan pensiun," ujar Gofir. (tri)

---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help