Ada Dua Jenis, Waspadai Gejala Penyakit Beri-beri

Dokter praktek umum di Bandar Lampung Endang Budiati menjelaskan, penyakit beri-beri adalah penyakit akibat kekurangan vitamin B1 atau tiamina.

Ada Dua Jenis, Waspadai Gejala Penyakit Beri-beri
net
Ilustrasi penyakit beri-beri 

Laporan Reporter Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Saat tubuh mengalami pembengkakan dari kaki, tungkai kaki, wajah, atau kaki terasa tebal dan kesemutan baiknya waspada. Bisa saja terkena sakit beri-beri karena gejalanya kurang lebih sama.

Dokter praktek umum di Bandar Lampung Endang Budiati menjelaskan, penyakit beri-beri adalah penyakit akibat kekurangan vitamin B1 atau tiamina.

Nama penyakit beri-beri berasal dari nama hewan biri-biri karena penderita beri-beri berjalan seperti biri-biri akibat gangguan motorik karena polineuritis.

Tiamin pirofosfat atau tiamin berfungsi sebagai koenzim pembentukan glukosa dan digunakan dalam jalur metabolisme lainnya.

Secara singkat, vitamin B1 atau tiamin adalah nutrisi yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi sumber energi dan menjaga fungsi jaringan tubuh.

"Penyakit ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu beri-beri kering dan basah. Beri-beri kering umumnya terjadi pada penderita dengan konsumsi kalori rendah dan minim olahraga juga kekurangan asupan vitamin B1," beber Endang kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (14/11/2018).

Akibatnya, terus dia, sistem saraf seperti gerakan motorik, sensorik, dan refleks terganggu, khususnya pada otot bagian bawah tubuh dan wajah.

"Kalau beri-beri kering penderita merasakan kaki seperti kesemutan atau kram-kram. Terus kalau dipencet bagian yang bengkaknya itu membekas dan tidak langsung kembali ke bentuk semula," ujarnya.

Mengenai beri-beri basah umumnya menyerang organ jantung. Intensitas penyakit ini dibagi menjadi 3 tahap yang saling berkaitan, mulai dari potensi edema, cedera otot jantung, hingga penyakit beri-beri akut.

Ciri yang terlihat dari penderita beri-beri basah adalah terjadinya pembengkakan bagian kaki terus tungkai, wajah seperti bengkak lebam karena cairan menumpuk di titik-titik itu. "Sirkulasinya terganggu dan terjadi penimbunan cairan dibawah kulit," ungkapnya.(*)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved