Lifestyle
Fashion Desainer Lampung Nurafni: Batik Kini Lebih Modern dan Inovatif
Nurafni Oktavia selaku fashion designer mengatakan bahwa, perkembangan batik di dunia fashion saat ini lebih modern dan inovatif.
Penulis: Bintang Puji Anggraini | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Nurafni Oktavia (32) selaku fashion designer dan owner dari @nuritamodiste_kebaya menjelaskan bahwa perkembangan batik di dunia fashion saat ini lebih modern dan inovatif.
“Perkembangan batik di dunia fashion saat ini semakin menarik, karna yang dulunya batik identik sebagai kain atau pakaian tradisional, saat ini sudah mulai banyak beradaptasi dalam berbagai bentuk yang lebih modern dan inovatif,” ungkapnya, Rabu (24/9/2025).
“Dengan motif-motif warna yang lebih berani dan kontemporer, sehingga banyak designer saat ini yang menciptakan elemen batik dengan tren internasional untuk menciptakan karya yang elegan namun tetap mempertahankan tradisi,” tambahnya.
Ia mengatakan batik bisa bersaing dengan trend fashion global karena inovasi yang berkelanjutan dari designer-designer yang ada di Indonesia.
Menurutnya batik memiliki potensi yang besar untuk bersaing dengan tren fashion global, sejak batik mendapatkan pengakuan global sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO tahun 2009.
“Dari situlah banyak para designer maupun pelaku usaha industri batik lebih berinovasi membuat keunikan design dan pemilihan warna yang menarik agar batik lebih dikenal dan dilirik secara global,” jelasnya.
“Bahkan batik pun sudah tampil pada panggung mode internasional seperti Paris Fashion Week dan New York Fashion Week,” ungkapnya.
Nurafni mengatakan, kesadaran anak muda Lampung untuk mengenakan batik sudah semakin baik.
Pasalnya mulai banyak anak muda yang memakai batik di acara formal maupun nonformal.
“Banyak sekali mahasiswa yang mulai mengadakan kegiatan kebudayaan yang diadakan di kampus mereka memilih mengenakan batik untuk dresscodenya. Banyak juga yang pakai di acara-acara formal pun seperti presentasi tugas akhir atau seminar,” ujarnya.
Dengan begitu menurutnya mereka sudah menunjukkan sikap kalau mereka peduli terhadap budaya Indonesia terutama batik.
Namun menurutnya hal yang membuat anak muda kurang tertarik itu dengan batik karena sebagian berpersepsi batik itu terlalu formal dan warna dan motif corak yang tidak sesuai dengan seusianya.
Jadi ketika memakai batik mereka merasa terlihat lebih dewasa dari usianya dan juga model batik yang kurang trendy, serta harga batik yang kadang tidak sesuai dengan kantong anak muda.
Nurafni memberikan tips untuk penggunaan batik supaya terlihat modern dan stylish, yakni bisa dipadupadankan dengan memilih kombinasi yang tepat dan juga bisa memakai tambahan aksesoris.
“Buat teman teman, yuk jangan merasa malu untuk memakai batik, siapa tau kamu bisa menjadi trendsetter lo,” jelasnya.
“Justru batik itu timeless, kamu bisa padu padankan dengan gaya kekinian, selain menjaga tradisi, kamu bisa jadi inspirasi teman-temanmu untku lebih mencintai budaya Indonesia,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini)
| Film Agak Laen 2 Curi Perhatian Publik, Yasmin Kais Ismail: Komedinya Unik |
|
|---|
| Tips Mix and Match Anting Hijab untuk Hijab Polos dan Bermotif |
|
|---|
| Tren Anting Hijab di Kalangan Anak Muda Bandar Lampung, Ayunda: Bikin Look Lebih Rapi |
|
|---|
| Owner Ninda Tapis Sebut Minim Minat Anak Muda Menyulam Tapis |
|
|---|
| Baju Wastra Lampung, Nafisa Ulfia Risqi: Anggun dan Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Nurafni-Oktavia-A.jpg)