Tsunami Pesisir Lampung
UPDATE TSUNAMI LAMPUNG BANTEN - Kemenhub Pastikan Pelabuhan Merak-Bakauheni Tak Terkena Tsunami
Kemenhub Pastikan Pelabuhan Merak dan Bakauheni Tak Terkena Dampak dari Gelombang Tsunami
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Sarana dan prasarana pelabuhan di sekitar Selat Sunda tidak mengalami dampak dari gelombang tsunami.
"Operasional pelabuhan tetap berjalan normal," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo dalam siaran pers, Jakarta, Minggu (23/12/2018).
"Kami minta para petugas meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana akibat cuaca buruk," sambung dia.
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - 29 Warga dan Wisatawan Dievakuasi dari Pulau Legundi
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Banten diminta memberikan bantuan kepada para korban musibah bencana Tsunami di pesisir pantai di Selat Sunda.
Sementara itu Pangkalan Penjagaan Laut dan Panti (PLP) kelas I Tanjung Priok disiap siagakan.
Adapun seluruh petugas di pelabuhan khususnya pelabuhan Banten diminta agar memperhatikan faktor cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG di setiap kegiatan pelayarannya.
"Di musim liburan ini, saya meminta setiap petugas di lapangan meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan faktor cuaca serta mengutamakan keselamatan pelayaran," kata dia.
"Pastikan faktor keselamatan pelayaran termasuk alat-alat keselamatan pelayaran terpenuhi dengan baik," sambungnya.
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Korban Tsunami di Lampung Jadi 20 Orang, Ini Daftar Namanya
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan bahwa kondisi operasional Pelabuhan Merak dan Bakauheni tetap berjalan normal pascatsunami.
ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPTD untuk memastikan kondisi tetap aman untuk melakukan aktivitas penyeberangan dalam posko pantauan cuaca di Merak.
"Serta akan secara berkala memberikan informasi terkini kepada para pengguna jasa," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini.
Para Korban
Penanganan bencana tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususnya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah.
Hingga Minggu (23/12/2018) pukul 10.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 62 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 20 orang hilang.
Kerugian fisik akibat tsunami tersebut, meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak.
• UPDATE TSUNAMI LAMPUNG - Warga Diminta Tenang, Sekprov: Percayai Informasi dari Lembaga Resmi