Usai Tsunami Selat Sunda, Inilah 2 Fakta Aneh yang Terjadi Saat Ini Pada Gunung Anak Krakatau

Saat ini Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami fenomena aneh pasca tsunami Selat Sunda.

Usai Tsunami Selat Sunda, Inilah 2 Fakta Aneh yang Terjadi Saat Ini Pada Gunung Anak Krakatau
Instagram @EarthUncutTV / James Reynolds
Kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini, warna air laut di sekitar GAK berubah menjadi oranye. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Saat ini Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami fenomena aneh pasca tsunami Selat Sunda. 

Bahkan GAK kini tingginya hanya 110 meter dan tak hanya itu, air laut di sekitarnya berwarna orange kecokrlatan. 

Pasca terjadi tsunami Selat Sunda pada 22 Desember lalu, aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga kini masih menjadi sorotan.

Gunung Anak Krakatau Tak Bakal Meletus Lebih Dahsyat dari Tahun 1883? Ini Penjelasan BNPB

Meski jumlah letusan sudah menurun, Gunung Anak Krakatau masih dalam status siaga.

Bagaimana tidak, air laut di sekitar GAK berubah warna menjadi orange kecoklatan.

Tinggi gunung pun semakin menurun dari 338 meter menjadi 110 meter.

Hal tersebut dilansir TribunStyle melalui akun Instagram Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di BNPB.

Sutopo mengunggah kondisi terkini GAK yang diambil dari helicopter BNPB pada 13/1/2019, 12.31 WIB.

Pada caption yang dituliskan Sutopo menuliskan gambaran kondisi GAK.

"Inilah Gunung Anak Krakatau (GAK) dari helicopter BNPB pada 13/1/2019, 12.31 WIB. Tubuh GAK telah banyak berubah. Saat ini tinggi GAK hanya 110 meter dari sebelumnya 338 meter. Jumlah letusan cenderung menurun.
.
Warna air laut yang orange kecoklatan adalah hidrosida besi (FeOH3) yang mengandung zat besi tinggi yang keluar dari kawah dan larut ke dalam air laut."

Setelah Air Laut Berwarna Oranye, Begini Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau

Ia menjelaskan jika fenomena yang terjadi itu hanya sementara dan air laut bisa kembali jernih.

"Fenomena ini hanya sementara. Lama-lama zat besi akan larut dan air laut kembali jernih. Jika ada letusan dan mengeluarkan lava maka akan langsung masuk ke dalam air laut."

Meski menunjukkan penurunan, status GAK hingga kini masih berstatus siaga atau level 3.

"Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terus menunjukkan adalah penurunan. Pada 13/1/2019 pukul 06.00 - 12.00 WIB tidak ada letusan. Status tetap Siaga (level 3). Daerah berbahaya ada di dalam radius 5 km dari puncak kawah," tulis Sutopo pada captionnya.

Warna Air Laut Jadi Oranye di Sekitar Gunung Anak Krakatau, Berikut Penjelasan BNPB, BMKG, dan PVMBG

Video di atas merupakan kondisi GAK pada Jumat (11/1/2019)

"Inilah kondisi Gunung Anak Krakatau yang didokumentasikan dengam drone oleh ⁦@EarthUncutTV⁩ pada 11/1/2019. Tubuh Gunung Anak Krakatau telah berubah drastis pasca longsor dan letusan pada akhir tahun 2018."

(TribunStyle.com/Desi Kris)

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul  Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau, Tinggi Hanya 110 Meter & Air Laut Berwarna Orange Kecoklatan

Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved