Tribun Mesuji

Jalan Rusak akibat Proyek Jalan Tol, Warga Mesuji Pasang Portal

Puluhan warga Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji memblokade jalan yang rusak parah akibat proyek Jalan Tol Trans Sumatera.

Jalan Rusak akibat Proyek Jalan Tol, Warga Mesuji Pasang Portal
Tribun Lampung/Endra Zulkarnaen
Puluhan warga Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji memblokade jalan yang rusak parah akibat proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Selasa, 15 Januari 2019. 

Jalan Rusak akibat Proyek Jalan Tol, Warga Mesuji Pasang Portal

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnaen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SIMPANG PEMATANG - Puluhan warga Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji memblokade jalan yang rusak parah akibat proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Selasa, 15 Januari 2019.

Warga memasang portal lantaran kesal jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

Puluhan warga Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji memblokade jalan yang rusak parah akibat proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Selasa, 15 Januari 2019.
Puluhan warga Desa Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji memblokade jalan yang rusak parah akibat proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Selasa, 15 Januari 2019. (Tribun Lampung/Endra Zulkarnaen)

Selain menuntut Kepala  Desa  Wirabangun  Sarjono segera memperbaiki jalan, warga juga mendesak PT Waskita  segera memberikan ganti rugi atas kerusakan rumah mereka akibat dampak dari rusaknya jalan tersebut.

Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Rusak di Lampura, Warga Sebut 9 Tahun Tak Diperbaiki

Pembangunan Jembatan di Mercu Buana Tubaba Sisakan Jalan Rusak

Koordinator aksi Susanto mengatakan, kerusakan jalan desa tersebut sudah berlangsung selama satu tahun atau sejak dimulainya pembangunan proyek JTTS.

“Sudah satu  tahun ini (jalan) rusak. PT Waskita waktu itu menjanjikan pengaspalan jalan dengan cor setelah proyek tol selesai. Tapi, nyatanya setelah tol beroperasi sampai sekarang tak kunjung diperbaiki,” katanya.

Selain mengganggu aktivitas perekonomian warga, kata Susanto, kerusakan jalan juga menyebabkan banyak warga yang mengalami gangguan saluran pernapasan. 

“Waktu musim kemarau banyak debu, sehingga warga kena ISPA dan batuk-batuk. Kalo musim hujan, jalan seperti sawah,” ucapnya.

Ali Bakri, warga setempat, menuturkan, kerusakan jalan di Wirabangun  sangat mengganggu aktivitas warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. 

“Kalau musim hujan seperti sekarang ini, jalanan jadi licin seperti  kubangan sawah. Banyak genangan air, sehingga membahayakan pengguna jalan. Kami minta secepatnya diperbaiki,” katanya. (*)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved