Tribun Pringsewu

Bukannya Belajar, Pelajar SMA di Pesawaran Malah Jadi Begal di Pringsewu. 3 Rekannya Masih Diburu!

Oknum pelajar kelas 2 SMA di Kabupaten Pesawaran, WR (18), terpaksa harus berurusan dengan petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Gadingrejo, Pringsewu.

Bukannya Belajar, Pelajar SMA di Pesawaran Malah Jadi Begal di Pringsewu. 3 Rekannya Masih Diburu!
Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan
Polisi menangkap pelajar salah satu SMA di Pesawaran yang terlibat pembegalan 
Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Oknum pelajar kelas 2 SMA di Kabupaten Pesawaran, WR (18), terpaksa harus berurusan dengan petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.
Sebab, dia terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) alias begal.
Petugas juga masih mengejar rekan-rekan WR berinisial Lu (20), Su (25), dan Fa (18), yang tidak lain adalah warga Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran.
Kapolsek Gading Rejo AKP Sarwani mengungkapkan, tersangka WR bersama tiga temannya melakukan pembegalan terhadap RH (17), warga Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus.
Sarwani mengatakan, tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan saat berada di Pekon Wates Timur, Kecamatan Gading Rejo, Minggu (27/1/2019), pukul 00.30 WIB. 
"Saat ditangkap, pelaku hendak mengulangi perbuatannya," ujar Sarwani mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Rabu (30/1/2019).
Pengungkapan perkara begal itu, menurut Sarwani, berdasar hasil penyelidikkan laporan korban, 3 November 2018 kemarin.
Tersangka melancarkan aksinya bersama tiga orang temannya.
Korban yang saat itu sedang berada di Pekon Wates Timur, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu dihampiri tersangka.
Lalu tersangka mengajak ngobrol korban dan setelah itu meminta korban mengantar untuk mengambil sepeda motor.
Sampai di tempat yang dituju, justru pelaku mengancam korban dengan sebilah senjata tajam jenis pisau, kemudian membawa kabur motor korban.
Sarwani menambahkan, berdasarkan hasil pengembangan ternyata tersangka tidak sekali itu saja melakukan kejahatan di ruas Jalan Pekon Gadingrejo Timur itu.
"Tersangka mengaku tiga kali melakukan kejahatan tersebut, termasuk yang telah terungkap, yakni pada Januari 2019. Terhadap dua perkara lainnya itu masih dilakukan pengembangan," pungkasnya.
Tersangka WR mengaku sudah tiga kali melakukan pembegalan.
Namun dia tidak mengetahui saat ini keberadaan motor hasil kejahatannya itu.
Sebab, telah dijual oleh pelaku LU dan atas penjualan mendapatkan bagain Rp 500 ribu.
"Motornya dijual teman, saya mendapatkan Rp. 500 ribu, uangnya habis dipakai kebutuhan sehari-hari," ucap WR.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, WR terancam pasal 365 KUPidana, dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.
(*)
 
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved