Komunitas Game Developer Lampung, Wadah Berkreativitas Lewat Teknologi

Game Development merupakan industri yang sedang berkembang di Indonesia beberapa tahun ini.

Komunitas Game Developer Lampung, Wadah Berkreativitas Lewat Teknologi
Tribunlampung/Sulis
Komunitas Game Developer Lampung 

Laporan Reporter Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG. CO. ID,BANDARLAMPUNG - Game Development merupakan industri yang sedang berkembang di Indonesia beberapa tahun ini.

Setiap tahun muncul beberapa startup baru yang bergerak di bidang game development.

Tak sedikit pula kampus yang sudah menjadikan game development sebagai mata kuliah wajib.

Semakin meningkatnya minat orang terhadap game development membuat sebagian anak muda Lampung tercetus untuk membentuk wadah belajar bareng seputar industri game.

Ketua Komunitas Lucky Putra Darmawan mengatakan, wadah tersebut diberi nama Komunitas Game Developer Lampung yang terbentuk 27 Januari lalu berbarengan dengan closing acara Lampung Global Game Jam 2019 di ruang El's Creative Hub di El's Coffee House Teluk Betung Utara.

Menurut Lucky, tujuan dibentuknya Game Developer Lampung adalah untuk mewadahi siapapun yang ingin belajar bagaimana cara membuat game.

"Siapapun yang pengen tau cara dan bagaimana proses bikin game, kumpul-kumpul dan sharing mengenai industri game, disinilah wadahnya," terang Lucky.

Tak harus memiliki basic pendidikan ilmu komputer, bagi yang minat untuk belajar seperti apa itu game development dan bagaimana proses sebuah game dibuat sebelum akhirnya bisa dimainkan bisa ikutan gabung komunitas.

Setelah Lama Dinanti, Akhirnya Disney Secara Resmi Luncurkan Trailer Film Frozen 2. Penasaran?

9 Fakta PNS Meninggal Akibat Demam Berdarah di Lampung, Dirawat di Klinik karena Rumah Sakit Penuh

Anggotanya mencapai 20 orang dari berbagai kalangan baik itu pelajar, mahasiswa, dosen, hingga kalangan umum.

Salah satu Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris Unila Hariyanto mengaku tertarik ikut wadah ini untuk menambah wawasan.

Daftar Tunggu Haji Lampung Tembus 17 Tahun

Terlebih profesinya selaku dosen dan guru bimbel bahasa Inggris dituntut kreatif dan inovatif dalam mengemas pembelajaran agar mudah dipahami.

"Tugas saya sebagai pengajar harus menjadi pribadi yang kreatif. Apalagi dosen bahasa Inggris, pelajaran yang dianggap susah dan bikin males," tuturnya.

Serupa dengan M Aditya Saputra. Mahasiswa strata 1 di UIN Lampung Fakultas Dakwah ini ingin mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru dengan tergabung di Komunitas Game Developer Lampung.

Terlebih sebelumnya dia sudah mengikuti workshop yang digelar oleh Eternal Dream Studio pertengahan Januari lalu.(*)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved