PTPN VII Launching PreciPalm
Memanfaatkan citra satelit, PTPN VII didukung Institut Pertanian Bogor dan PT. Pupuk Kaltim meluncurkan PreciPalm
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Memanfaatkan citra satelit, PTPN VII didukung Institut Pertanian Bogor dan PT. Pupuk Kaltim meluncurkan PreciPalm, Senin (22/4/19) di Unit Bekri, Lampung Tengah.
PreciPalm merupakan sistem untuk menganalisis data yang ditangkap dari citra satelit ke tanaman (kelapa sawit) yang menghasilkan rekomendasi perlakuan lanjutan.
Sistem ini akan memberi petunjuk untuk pemberian pupuk maupun treatmen tertentu agar tetap sehat dan produktif.
Peresmian uji lapang (demplot) terhadap 87 hektare tanaman sawit di Afdeling II itu dihadiri parapihak terkait.
Antara lain, Rektor ITB, Arif Satria yang juga Komisaris Utama PTPN III Holding, Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman, Direktur Pemasaran PTPN III Holding I Kadek Kerthaleksana, Direktur Utama PTPN VII Muhammad Hanugroho, dan pejabat utama lainnya.
Dalam pengantarnya, Dirut PTPN VII M. Hanugroho menyatakan suka cita atas dukungan IPB dan Pupuk Kaltim yang dikuatkan PTPN Grup Holding.
Ia mengatakan, era digital bukan dominasi ranah teknik tertentu, tetapi juga di bidang agribisnis.
Oho, sapaan akrab M. Hanugroho mengaku proyek PreciPalm yang merupakan penerapan teknologi e-farming ini ia jemput ke ITB dari suatu seminar ilmiah.
Meski dalam kondisi sulit, kata dia, inovasi untuk memperbaiki kultur dan kinerja perusahaan harus tetap mendapat perhatian.
“Sekitar setahun lalu, saya dikasih tahu Pak Satria (Rektor IPB), bahwa ada seminar teknologi pemantauan tanaman kelapa sawit berbasis satelit kerjasama IPB dan Pupuk Kaltim. Saya hadir dan langsung saya tangkap. Dan, alhamdulillah hari ini kita launching di sini,” kata dia.
Senada dengan Oho, Arif Satria mengapresiasi pihak PTPN VII yang langsung merespons hasil penelitian bertajuk PreciPalm dari IPB ini.
Doktor muda yang mengaku hanya menjadi juru bicara para pakar di kampusnya itu mengatakan langsung mengutus beberapa profesor untuk mengeksekusi hasil penelitian.
“Waktu itu saya merekomendasikan satu tim terdiri dari para pakar agronomi dan pakar industri 4.0 untuk menjalankan hasil riset ini. Sebab, ini adalah project yang akan menjadi pintu gerbang industri agro yang memanfaatkan teknologi tinggi. Di mana, dengan citra satelit, kita bisa mendapatkan data teknis tanaman untuk mendapat perlakuan lanjutan,” kata dia.
Mengenai akurasi analisis data citra satelit, Arif meminta Prof. Koedang, pakar agronomi yang juga Dekan Fakultas Teknologi Pertanian IPB untuk memberi penjelasan.
Menurut Koedang, tingkat presisi hasil penelitian PreciPalm yang sedang terus diperbaiki ini sudah di atas 90 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/komisaris-holding-perkebunan-ptpn-iii-persero-arif-satria-dan-dirut-ptpn-vii-muhammad-hanugroho.jpg)