PTPN VII Launching PreciPalm

Memanfaatkan citra satelit, PTPN VII didukung Institut Pertanian Bogor dan PT. Pupuk Kaltim meluncurkan PreciPalm

Tayang:
Editor: taryono
ist
Komisaris Holding Perkebunan PTPN III (Persero) Arif Satria memberikan potongan tumpeng pada Dirut PTPN VII Muhammad Hanugroho 

“Proyek penelitian PreciPalm ini kerjasama IPB dengan Pupuk Kaltim sejak 2017. Hasilnya sangat baik. Uji coba kami di Jawa Barat pada awal periode memang belum seakurat sekarang. Itu terus kita analisis dan perbaiki, dan alhamdulillah sekarang sudah di atas 90 persen. Kami yakin, di PTPN VII ini kita sukses,” kata dia.

Sementara itu, Dirut PT Pupuk Kaltim Bakir Pasaman sangat menyambut baik prakarsa PTPN VII yang langsung respons dengan PreciPalm.

Dalam kaitannya sesama BUMN, sebagaimana yang diamanatkan Menteri BUMN, pihaknya akan bersinergi dengan PTPN VII untuk menindak lanjuti proyek uji coba ini.

“Dari PreciPalm ini, kita bisa petakan di kebun mana dengan varietas apa membutuhkan pupuk apa dengan dosis berapa. Tentu saja, setiap lokasi akan berbeda kondisinya. Itu karena unsur tanah, curah hujan, dan faktor lingkungan yang tidak sama. Dari analisis PreciPalm ini kemudian kita bisa berikan pupuk yang sesuai,” kata dia.

Dengan perbedaan struktur tanaman yang membutuhkan pupuk dengan dosis berbeda, Bakir mengatakan akan segera mengirim mesin-mesin blending plant (alat pengaduk komposisi pupuk) ke unit-unit kebun PTPN VII.

Blending plant ini, kata dia, untuk memastikan kebutuhan pupuk pada lokasi kebun tertentu tercukupi secara proporsional.

“Saya apresiasi perintah Pak Arif Satria tadi agar segera merealisasikan blending plant di PTPN VII ini. Sebab, untuk perkebunan ini komposisi pupuknya bukan seperti pupuk tanaman pangan. Ini khusus sesuai karakter lokalnya,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PTPN III Holding I Kadek Kertaleksana mengatakan, pihaknya terus digitalisasi di semua proses manajemen dan produksi di lingkungan PTPN Grup.

Ia menambahkan, dalam proses bisnis, seluruh aspek harus mengikuti trend dunia global. Hal ini agar semua PTPN bisa berkompetisi di dunia internasional.

Tentang PreciPalm, Kadek menyatakan proyek ini adalah masa depan di PTPN III Grup.

Meskipun dari sisi harga, kelapa sawit dengan produk derivatifnya cenderung flat (datar), bahkan menurun, tetapi prospeknya masih paling baik. Selain itu, karena profit PTPN Grup saat ini 62% masih dari kelapa sawit.

Pihaknya juga menyambut baik kerja sama dengan Pupuk Kaltim yang kini regulasinya tidak perlu tender seperti sebelumnya.

Dengan relasi langsung antar BUMN, dia meyakini kerja sama saing percaya dan saling menguntungkan akan terjadi.

“Sekarang kan tidak perlu lagi tender pengadaan pupuk. Kita bisa langsung pesan ke Pupuk Indonesia sebagai holding. Lalu, di mana ada stok pupuk terdekat yang kita butuhkan, bisa langsung kirim,” kata dia.  (rls)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved