Waspada Penularan Penyakit Frambusia
Penyakit itu dapat menyerang kulit, sendi dan tulang disebabkan spirokaeta triponema pallidun pertenue.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: martin tobing
Laporan Wartawan Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Frambusia atau sering juga disebut penyakit patek atau yaws. merupakan penyakit kronis.
Penyakit itu dapat menyerang kulit, sendi dan tulang disebabkan spirokaeta triponema pallidun pertenue.
dr Antoni Miftah SpKK menjelaskan, bakteri penyebab frambusia mirip pemicu penyakit menular seksual sifilis.
Namun, penyakit ini tidak ditularkan secara seksual.
Selain tidak seperti sifilis, frambusia tidak berpotensi menyebabkan kerusakan jangka panjang pada jantung dan sistem kardiovaskular.
"Penyakit ini hampir selalu ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi," ujarnya.
Penyakit frambusia ini dikenal juga dengan istilah endemic non-venereal treponematoses.
• Ini Dia Penyebab Penyakit Kaligata
Namun seperti penyakit sifilis, penyakit ini memiliki periode klinis primer dan sekunder walaupun cara penularannya berbeda.
Sifilis menular lewat kontak seksual sedangkan frambusia menular melalui kontak kulit langsung.
"Masa inkubasi penyakit ini antara 15 sampai 30 hari," jelas dr Antoni.
Ia menambahkan, penyakit frambusia dapat menyebar secara langsung lewat luka atau koreng dari orang yang terinfeksi penyakit tersebut.
Ironisnya, penyakit itu paling banyak menyerang anak-anak usia dua sampai lima tahun.
Terutama yang sering mengenakan pakaian terbuka, sering mengalami cedera kulit, dan tinggal di daerah dengan kebersihan yang buruk.
Selain itu berinteraksi dengan yang terkena penyakit frambusia.
• Waspadai Penyakit Mata Papiledema Penderita Kerap Tak Menyadari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/frambusia-1.jpg)