Komunitas
Meski Berusia 91 Tahun, Mbah Dakim Sanggup Kelilingi Kota Yogya
HADIRNYA Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) tidak bisa dilepaskan dari peranan sejarah. Dahulu, sepeda ini digunakan sebagai alat
Untuk mengenang hal itu, maka para pewaris bangsa yang tergabung dalam KOSTI mengabadikan sepeda klasik ini dengan memelihara nilai sejarahnya. Selain itu, tampilan unik dan klasik bergaya khas tempo dahulu selalu mengiringi perjalanan sepeda onthel. KOSTI pun merancang seragam (uniform), berikut eblem yang melekat padanya.
"Melalui berbagai kegiatan resmi, kami menggunakan tampilan uniform yang berbeda dari berbagai komunitas sepeda lainnya. Dalam berbagai aktivitas, kami biasanya menggunakan pakaian ala pejuang dilengkapi emblem merah putih, nama, ikat pingggang khusus, tanda kepangkatan khusus, dan topi berbentuk bulat," ujarnya Ketua Umum KOSTI Lampung Tutut Zatmiko, belum lama ini.
Tujuan memakai pakaian tersebut yakni untuk menyeragamkan para pecinta onthel. Melalui keunikan pakaian seragam ini juga semakin menambah nilai klasik dari pemilik sepeda.
"Intinya, antar pecinta dan sepeda onthel tua yang dimilikinya memiliki kesatuan jiwa dengan makna tersendiri. Dengan paduan ini, kami juga ingin menciptakan suasana tempo dahulu di tengah kecanggihan dan modernitas saat ini" ujar Tutut
Anggota onthel tertua yang saat ini tergabung dalam KOSTI Lampung dipegang atas nama Mbah Dakim (91). Meski dalam usia lanjut, ia masih sanggup untuk mengelilingi Kota Yogya menggunakan onthel pada Ekspedisi Jogja yang dilaksanakan beberapa bulan lalu.(ferika)