Berita Terkini Nasional

Terkuak Penyebab Utama Bocah SMP Tewas di Toilet Sekolah, Hasil Autopsi Dirilis

Terkuak penyebab utama yang membuat siswa SMP di Sragen, berinisial WAP (14), tewas di kamar mandi atau toilet sekolah, berdasarkan hasil autopsi.

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
HASIL AUTOPSI - Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari saat berbicara dalam konferensi pers di Mapolres Sragen, Kamis (9/4/2026). Konferensi pers ini terkait kasus tewasnya siswa kelas VIII SMPN 2 Sumberlawang Sragen, yang diduga meninggal dunia setelah terlibat perkelahian di kamar mandi sekolah. Hasil autopsi menyebut adanya patah tulang pada bagian dasar tengkorak korban. 

Ringkasan Berita:
  • Siswa SMP WAP (14) tewas di Sragen akibat kekerasan di sekolah.
  • Autopsi: korban meninggal karena patah dasar tengkorak. Kekerasan dilakukan pelaku DTP (14) tanpa alat. 
  • Motif diduga karena saling ejek hingga berkelahi. Polisi masih dalami kemungkinan motif lain.

Tribunlampung.co.id, Sragen - Terkuak penyebab utama yang membuat siswa SMP di Sragen, berinisial WAP (14), tewas di kamar mandi atau toilet sekolah.

Hal tersebut terungkap dari hasil autopsi yang dilakukan pihak kepolisian.

WAP ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar mandi SMP Negeri 2 Sumberlawang, Sragen, pada Selasa (7/4/2026).

Dari hasil autopsi, polisi memastikan adanya patah tulang pada bagian dasar tengkorak korban, yang menjadi penyebab utama meninggal dunia setelah insiden kekerasan di lingkungan sekolah.

Dikutip dari TribunSolo.com, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menjelaskan, autopsi dilakukan untuk mendapatkan bukti ilmiah terkait penyebab kematian korban melalui metode scientific crime investigation (CSI).

Baca juga: Kecurigaan Keluarga Siswa SMP yang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Sekolah

"Hasilnya ditemukan kesesuaian keadaan di lapangan yaitu perbuatan materil berupa interaksi fisik pelaku anak terhadap korban dengan jejak luka pada kondisi mayat korban yaitu mati lemas karena kekerasan tumpul pada kepala korban," kata Dewiana, Kamis (9/4/2026).

Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan luka serius berupa patah tulang di bagian dasar tengkorak, yang memperkuat dugaan bahwa kekerasan fisik menjadi pemicu utama kematian korban.

Dewiana menegaskan, pelaku berinisial DTP (14) melakukan kekerasan seorang diri tanpa menggunakan alat apapun.

"Terhadap pelaku kami lakukan karantina dan pembinaan selama penyidikan yang tentunya tidak dapat ekspos tempat dan lokasinya sebagai bentuk rahasia penyidikan dan jaminan keselamatan terhadap pelaku," kata dia.

Motif di Balik Insiden

Sementara itu, motif kejadian diduga bermula dari saling ejekan spontan yang kemudian memicu perkelahian.

"Dari hasil fakta penyelidikan dan juga penyidikan, motif kejadian karena adanya saling ejekan spontan antara pelaku dan korban, yang seketika itu berbuah saling menantang," kata dia.

Meski demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain di balik insiden tersebut.

"Namun, hal ini juga akan kami dalami oleh penyidik mengenai kepastian adanya motif itu apakah spontan atau ada dendam permasalahan," kata dia.

Kecurigaan Keluarga

Sebelumnya, kecurigaan keluarga WAP (16), siswa kelas VIII SMPN 2 Sumberlawang, Sragen, yang ditemukan tewas di kamar mandi sekolah, diduga korban dianiaya.

Dugaan pihak keluarga tersebut semakin diperkuat atas kondisi wajah WAP yang terdapat luka.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved