Sosok di Balik Gajah Beringas Lampung
Saya ingin meloloskan PSBL naik ke divisi utama, seperti saya sebagai pemain dulu.
"SEPAK bola mengajarkan saya arti kebersamaan. Saya ingin meloloskan PSBL naik ke divisi utama, seperti saya sebagai pemain dulu. Ini obsesi terakhir sebelum pensiun," ujar Aidi Sofyan, pelatih Persatuan Sepakbola Bandar Lampung (PSBL) Lampung.
Ditemui di ruang kerjanya, pelatih berusia 46 tahun ini nampak sibuk dengan laptopnya. Meski mendapat dispensasi dari direksi, warga Jalan Persada LK 1 RT 1 Kemiling Permai ini masih menyempatkan diri menunaikan tugas-tugasnya sebagai kepala subbadan Pusat Data Elektronik (PDE) PDAM Way Rilau.
Sudah hampir dua bulan belakangan Aidi melakoni aktivitas padatnya. Datang ke kantor pukul 10.00 WIB usai latihan pagi, kembali lagi ke lapangan sekitar pukul 15.00 WIB. "Ya meski sudah dapat dispensasi tapi saya merasa bertanggungjawab dengan pekerjaan. Sebisa mungkin saya selesaikan tugas," paparnya.
Nama Aidi mungkin sudah tak asing di dunia persepakbolaan Lampung. Kariernya sebagai pemain dimulai begitu ia menamatkan sekolah menengah atas di SMAN 1 Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tahun 1984.
Persatuan Sepakbola Dian Bara Bandar Lampung merupakan klub pertama yang menjajal kebolehannya sebagai striker. Sebelum merantau ke Bumi Sai Ruwa Jurai, pria kelahiran Medan 15 Februari 1966 ini tergabung dalam klub sepakbola PSL (Persatuan Sepakbola Langkat) Sumatera Utara.
Seringnya menyaksikan pertandingan sepak bola di televisi membuat penyuka sate padang ini keranjingan si kulit bundar. Lambat laun kecintaannya beralih menjadi sebuah hobi. Hingga pada 1985, Aidi didapuk Pengprov Lampung memperkuat PSBL Lampung pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-11 bersama rekannya kala itu, Rahmad Darmawan.
Kemampuannya beradaptasi di semua lini sempat diuji pelatih gajah beringas saat itu. Aidi pun 'diolah' dari striker ke posisi gelandang bertahan untuk mengisi kekosongan pemain kala itu. Tak dinyana, potensi anak ketiga dari delapan bersaudara tersebut berbuah manis.
Aidi bertahan di posisi tersebut sejak
1985 hingga tahun 2000. Persatuan Olahraga Gubernur (Porgub), Persatuan Olahraga Listrik Negara (Porlin), dan Persatuan Sepakbola Perusahaan Daerah Air Minum (PSPDAM) adalah beberapa klub yang dipinangnya.
"Faktor umur jadi kendala utama waktu itu. Terakhir jadi pemain di Liga Kansas PSBL Divisi Utama sekitar awal tahun 2000," kata dia.
Pensiun sebagai pemain, putra ketiga pasangan Soman dan Ramlah ini putar haluan. Ia memutuskan untuk menjadi asisten pelatih PSBL junior di bawah asuhan Santoni Awang. Tak berhenti sampai disitu, Aidi melanjutkan kariernya sebagai asisten pelatih Divisi Utama di bawah kepemimpinan Halilintar Gunawan. Baru kemudian menjadi pelatih PSBL junior di bawah usia 18.
Prestasi demi prestasi ditorehkan suami dari Istri Emi Sumarni ini. Namanya sempat tercatat sebagai pelatih Porda (Porprov) Bandarlampung sekitar tahun 2002-2003 dan pelatih sepakbola di Fakultas Kedokteran Malahayati hingga memboyong piala menteri kesehatan pertama pada waktu itu.
Tahun 2004, bapak empat anak ini sukses meloloskan kontingen Lampung di PON XVI di Palembang, Sumatera Selatan. Disusul pada 2007, ia berhasil meloloskan tim sepakbola pelajar Lampung ke tingkat nasional untuk pertama kalinya.
Beranjak 2008, Aidi dipercaya melatih Kodam II Sriwijaya dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad). Pada 2010, membawa tim Kodam Sriwijaya ke Piala Kasat, hingga pada 2012 mengawal PSBL Lampung dalam Indonesia Premier League (IPL) musim 2011/2012.
"Yang tidak bisa dilupakan ya membawa tim PSBL Lampung masuk Divisi I dan Divisi Utama sekitar 1999-2000," ungkapnya.(siti nuryani)
Biofile :
Nama : Aidi Sofyan
Alamat : Jalan Persada LK 1 RT 1 Kemiling Permai
Tempat/tanggal lahir : Medan, 15 Februari 1966
Hobi : Olah raga
Pekerjaan : Kasubbadan Pusat Data Elektronik (PDE) PDAM Way Rilau