Polisi Meninggal Ditembak di Lampung

Tanggapi Pernyataan Kapolda Lampung, Akademisi Unila Singgung Bhabinkamtibmas

Tanggapi penyataan Kapolda Lampung, Akademisi Unila Pairul Syah menyinggung soal keberadaan Bhabinkamtibmas.

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Dokumentasi FISIP Unila
BHABINKAMTIBMAS - Sosiolog Kriminal Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Lampung (Fisip Unila), Pairul Syah. Menanggapi pernyataan Kapolda Lampung, pihaknya menyinggung bhabinkamtibmas. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf memberikan pernyataan kepada polisi di Lampung untuk tembak di tempat pelaku begal. 

Pernyataan tersebut mendapatkan tanggapan dari Sosiolog Kriminal Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Lampung (Fisip Unila), Pairul Syah. 

Pairul Syah yang sering disapa Bung Pay mengatakan, Polda Lampung harus memenuhi langkah-langkah dalam menghadapi tindakan begal.

"Pertama polisi harus melakukan preemtif, preventif, represif hingga Nengah Nyappu," kata Bung Pay saat dihubungi Tribun Lampung, Senin (18/5/2026). 

Diteruskannya bahwa tindakan tembak di tempat adalah yang terakhir. 

Baca Juga: Kapolda Lampung Helfi Instruksikan Polisi Tembak di Tempat Pelaku Begal

"Tembak di tempat terakhir, tak perlu dan tidak usah, peluru duit negara bukan gratisan," ujarnya.

Manusia ada rasa malu dan takut, maka masyarakat harus didekati. 

"Semoga Lampung aman dan sejahtera sesuai UU Dasar 1945," ucap Bung Pay. 

"Curanmor tidak akan habis, maka beberapa langkah tersebut harus menjadi perhatian bersama khususnya Polda Lampung," terangnya.

Bung Pay menyoroti terkait senpi, jika pembinaan maksimal dari Bhabinkamtibmas maka akan diketahui asal pistol rakitan. 

Kapolda Lampung juga harusnya memberikan reward kepada Bhabinkamtibmas dalam pelaksanaan di lapangan jika suatu wilayah aman beberapa waktu tertentu. 

"Penjahat itu tidak takut dengan Tuhan apalagi peluru dan pelaku itu hanya mengancam saja. Masyarakat aja ga kenal dengan Bhabinkamtibmas dan seharusnya Bhabinkamtibmas banyak berinteraksi sosial kepada masyarakat dan harus keliling," terangnya.

"Bhabinkamtibmas harus ditambah, apalagi ada bantuan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung terkait insentif tersebut," terusnya.

"Sebar Brimob taruh tempat-tempat yang rawan, kemudian juga ada pihak Koramil bisa juga diminta bantuannya," kata Bung Pay.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved