Sebelum Tewas Dwi Sempat Dicekoki Soda Bercampur Insto
Tewasnya Dwi Komala Sari, siswi Sekolah Menegah Teknologi Idustri (SMTI) Bandar Lampung yang dibunuh Dr
Sepupu korban Ria dan Tri sebelumnya mengakui Dwi diduga tewas karena unsur cinta yang ditolak. Bahkan mereka menduga ada pelaku lain yang membantu Dr menghabisi nyawa putri Rasimun tersebut.
Unsur percintaan dan dugaan adanyua pelaku lain ternyata terbantahkan dari hasil penyelidikan dan penyidikan kepolisan Kota Bandar Lampung. Karena penyelidikan dan penyidikan Dr merupakan pelaku tunggal pembunuh Dwi. Dr tega menghabisi nyawa Dwi karena motif ingin menguasai motor dan handphone korban.
Tersangka Dr pun mengakui dirinya nekad menghabisi nyawa korban kerena hendak menguasai motor dan hanphone korban. Bahkan pria kelahiran 21 Desember 1996 mengakui sebelum membunuh ia lebih dulu mencekoki Korban dengan minuman soda yang dicampur dengan obat tetas mata Insto.
"Saya cuma pinjem motor. Tapi gak dikasih. Sebelum saya bunuh saya kasih dia minuman soda campor obat tetes mata, biar mabok. Tapi dia gak pingsan," kata Dr ekpose kasus saat di Polresta Bandar Lampung, Rabu (25/7/2012), sore.
Diketahui Dwi Komala Sari (16) siswi kelas II Sekolah Menegah Teknologi Industri (SMTI) Bandar Lampung, tewas dengan kondisi tragis dan memilukan. Jasad korban berada di dalam karung terkubur di tanah sedalam 40 cm dan ditemukan di gudang eks PT Pusri di Jalan Gatot Subroto, Pahoman, TelukbetungUtara.
Siswi kelahiran 11 Juni 1996 sebelumhya pergi dari rumahnya, Jalan Pulau Bacan, Gang, Al Iman, Jagabaya, Sukabumi sejak Jumat (13/7), sekitar pukul 17.00 WIB. Ia , hendak mengantarkan rok ke rumah Yeni teman sekolahnya.
Nahas setelah kepergiannya, korban tidak pernah kembali, dan ditemukan,
sudah tidak bernyawa dengan kondisi luka di leher bekas jeratan tali dan luka di alis.(romi-rinando)


