Berita Lampung
Warga Lampung Selatan Keluhkan Tegangan Listrik Drop, DPRD Bakal Panggil PLN
Ribuan KK di Purwosari, Lampung Selatan mengeluh tegangan listrik drop tiap malam. DPRD Lampung berjanji bakal segera panggil pihak PLN.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Warga Desa Purwosari, Natar, mengeluhkan tegangan listrik rendah yang terjadi hampir setiap malam.
- Peralatan elektronik terancam rusak akibat tegangan tidak stabil.
- Keluhan disebut sudah berlangsung sejak tahun lalu dan telah dilaporkan ke PLN.
- Sekitar 1.046 kepala keluarga terdampak kondisi tersebut.
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Warga di Kecamatan Natar, Lampung Selatan mengeluhkan tegangan listrik rendah, yang bikin mati gaya tiap malam, sampai-sampai pihak DPRD Lampung berencana memanggil PLN dalam waktu dekat.
Baca juga: PLN UID Lampung Gandeng Asosiasi Perumahan Dukung Hunian Layak Pemerintah
Masalah ini dialami langsung oleh warga Desa Purwosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, yang mengaku sudah gerah, karena pasokan setrum di wilayah mereka ngedrop hampir setiap malam.
Keluhan yang sudah menumpuk itu akhirnya ditumpahkan warga dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Anggota DPRD Lampung dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung Selatan, Muhammad Junaidi, Minggu (31/5/2026).
Kepala Desa Purwosari, Tukiran, blak-blakan menyebut, kalau kondisi tegangan listrik yang lemah ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Tapi anehnya, sampai sekarang belum juga ada solusi konkret dari pihak PLN meski warga sudah berkali-kali melapor.
Menurut penuturannya, ketika malam hari tiba, lampu di rumah-rumah warga seketika langsung meredup. Bahkan, sebagian wilayah malah ada yang sampai mengalami pemadaman total.
Kondisi yang tak kunjung membaik ini jelas sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Belum lagi ditambah rasa waswas karena peralatan elektronik rumah tangga mereka terancam cepat rusak akibat tegangan yang tidak stabil.
"Kalau malam lampu redup, bahkan ada yang padam. Daya listrik sangat kurang. Padahal warga rutin membayar listrik dan hampir tidak pernah terlambat," kata Tukiran.
Ia menjelaskan, lemahnya tegangan listrik menyebabkan sejumlah perangkat elektronik seperti kulkas, mesin cuci, kipas angin, televisi hingga pengisi daya telepon genggam rentan mengalami kerusakan.
Tukiran mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab persoalan tersebut, apakah karena kurangnya gardu distribusi atau infrastruktur jaringan listrik lainnya.
Namun yang jelas, kata dia, tegangan listrik di wilayahnya selalu melemah ketika malam hari.
"Setelah Maghrib biasanya sudah mulai terasa. Kami juga sudah menyampaikan laporan dan bersurat ke PLN setempat, tetapi sampai sekarang belum ada solusi," ujarnya.
Karena itu, ia berharap kehadiran anggota DPRD Lampung dapat membantu menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak terkait agar persoalan tersebut segera ditangani.
"Maka dengan kunjungan bapak (Junaidi) DPRD Lampung ini, kami menyampaikan keluhan masyarakat dan berharap PLN segera mengatasi masalah ini," katanya.
Tukiran menyebutkan Desa Purwosari memiliki sekitar 1.046 kepala keluarga yang terdampak kondisi tersebut.
"Kami sangat membutuhkan penambahan daya listrik karena persoalan ini sudah berlangsung sejak tahun lalu," tambahnya.
| Kasus Bullying di Pringsewu Berakhir Damai, Polisi Ingatkan Orang Tua Awasi Pergaulan Anak |
|
|---|
| Warga Yukum Jaya Lamteng Semakin Mudah Bawa Hasil Pertanian setelah Jalan Diperbaiki |
|
|---|
| Mobil Terbakar di Pringsewu Lampung Diduga Overheat Akibat Kehabisan Air Radiator |
|
|---|
| Pengakuan Buron Pencurian di Lampung Tengah seusai Tertangkap, Selama Ini Tak Sembunyi |
|
|---|
| Pengusaha di Lampung Timur Tertipu Puluhan Juta Rupiah Gara-gara Tergiur Harga Miring |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Warga-Lampung-Selatan-Keluhkan-Tegangan-Listrik-Rendah-DPRD-Bakal-Panggil-PLN.jpg)