Hari Buruh Sedunia

1 Mei Libur Timbulkan High Cost Economy

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung Yusuf Kohar mengkritisi wacana kebijakan libur nasional

Editor: soni
Laporan Wartawan Tribun Lampung, Martin L. Tobing

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung Yusuf Kohar  mengkritisi wacana kebijakan libur nasional setiap 1 Mei yang dilontarkan pemerintahh. Itu karena, para pengusaha yang mengelola perusahaan serta memperkerjakan buruh sampai ratusan dan ribuan mau tidak akan berhenti beroperasi selama satu hari.

"High cost economy harus diperhitungkan para pengusaha jika jadi 1 Mei libur nasional.  Indonesia menempati peringkat 172 di dunia dalam hal produktifitas. Negara kita ini sebenarnya sudah banyak libur nasional dalam setahun dan ini sangat tidak efektif untuk produktifitas kerja," tukasnya," Rabu (1/5/2013).

Menurut Kohar, cukup berat pabrik berhenti berproduksi  demi Hari Buruh International. Pengusaha yang mengelola pabrik harus terus memproduksi produk setiap hari untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini juga dijalankan pada saat libur nasional lainnya. Kayawan yang kerja pada libur nasional pun diberi upah lembur.

Ia mengatakan, peringatan Hari Buruh International seharusnya disikapi bijaksana antara buruh dan pengusaha. Momentum ini harus dijadikan koreksi karena pada dasarnya buruh-pengusaha tinggal di satu atap. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved