Kenaikan BBM
GRL Kecam Kenaikan Harga BBM
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi mendapat reaksi di seluruh penjuru Tanah Air
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi mendapat reaksi di seluruh penjuru Tanah Air, termasuk Lampung. Salah satunya disuarakan oleh Gerakan Rakyat Lampung (GRL).
Pernyataan sikap itu disampaikan oleh juru bicara GRL Anastasia dalam jumpa pers di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Jumat (21/6). Menurut Anastasia, GRL menyerukan rakyat Indonesia untuk melawan kebijakan pemerintah yang telah membuat rakyat sengsara.
Anastasia pun mengecam tindakan anggota DPR RI dari lima fraksi yang telah menyetujui dan mendukung kenaikan harga BBM bersubsidi. "Tindakan wakil rakyat pada tanggal 17 Juni 2013 di gedung parlemen itu menunjukkan watak asli politisi busuk di republik ini. Karena kebijakan mereka tidak berpihak kepada rakyat," ujar Anastasia.
Selain itu, GRL juga mengecam program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai konpensasi kenaikan harga BBM. Pasalnya, bantuan tersebut dinilai sebagai bentuk solusi yang tidak mendidik karena telah mengajarkan rakyat untuk menjadi pengemis.
Lintong Simbolon, salah satu perwakilan GRL, menambahkan, sebagai bentuk penolakan kenaikan harga BBM, pihaknya berencana melakukan aksi demo di Tugu Adipura, Sabtu (22/6). Aksi tersebut akan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan melibatkan 200 peserta.
"Kami mengajak masyarakat Bandar Lampung untuk bersama-sama menolak menolak kenaikan harga BBM dengan turun ke jalan," ujar Sintong.
Raja Hot, pengurus GRL lainnya, menimpali, GRL juga akan mengajukan judicial review terhadap keputusan DPR yang telah menyetujui kenaikan harga BBM dalam RAPBNP 2013. Menurut dia, kenaikan harga BBM telah memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
Apalagi, kata dia, tak lama lagi datang bulan suci Ramadan, di mana kebutuhan masyarakat semakin tinggi. Tentu saja, kenaikan harga BBM semakin menambah kesengsaraan bagi masyarakat. (rri)