Dhomiril Hakim Berpulang

Dhomiril Hakim, Sosok Nyentrik yang Dekat dengan Jurnalis

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung Dhomiril Hakim Yohansyah merupakan sosok yang nyentrik alias unik.

Editor: taryono

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung Dhomiril Hakim Yohansyah merupakan sosok yang nyentrik alias unik. Salah satu ciri khasnya adalah selalu mengenakan kacamata hitam di mana pun dan kapan pun berada. Namun, sosok itu kini telah tiada. Dhomiril meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Minggu (30/3) pukul 07.29 WIB karena menderita sakit jantung.

SUASANA Tempat Pemakaman Umum Gedong Air, Senin (31/3), lain dari biasanya. Sejumlah pejabat Pemkot Bandar Lampung hadir di sana untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Dhomiril Hakim Yohansyah.

Dalam upacara pemakaman yang dipimpin Penjabat Wali Kota Bandar Lampung Thobroni Harun itu, tampak hadir Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Budiman AS, Sekkot Badri Tamam, beberapa kepala dinas di lingkungan Pemkot Bandar Lampung, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Provinsi Lampung Yusuf Kohar, para pegawai negeri sipil pemkot, kerabat, serta ratusan warga.

Istri almarhum, Yunise, serta dua anaknya, Tesa Sophia dan Tentelo Putra Hakim, tampak tegar menyaksikan prosesi pemakaman jenazah. Beberapa kerabat almarhum, seperti Nuril Hakim Yohansyah, Kombes Yusril Hakim Yohansyah, dan Fadhil Hakim Yohansyah, juga tampak mengikuti pemakaman yang disertai iringan lagu 'Tabur Bunga' tersebut.

Prosesi pemakaman pria yang biasa disapa Panglima itu dimulai dari pemberangkatan jenazah dari rumah duka di Jalan Imam Bonjol, Gang Behel Nomor 54, Kelurahan Gedong Air, Senin sekitar pukul 09.30 WIB. Jarak dari rumah duka ke TPU hanya sekitar 250 meter.  Dalam sambutannya, Thobroni menyatakan, pemkot sangat kehilangan dengan kepergian

Dhomiril. Pasalnya, pria yang menjabat sebagai Kadisnaker Bandar Lampung sejak era Wali Kota Suharto, Eddy Sutrisno, hingga Herman HN ini telah mengabdikan sebagian besar waktunya di pemkot. Ia pun menyebut Dhomiril sebagai sosok yang tegas dan bertanggung jawab, khususnya dalam memperjuangkan kesejahteraan para buruh di Kota Bandar Lampung.

"Kami sangat kehilangan dengan kepergian beliau. Karena beliau salah satu pejabat yang punya sikap tegas. Saya mendoakan amal ibadah almarhum bisa diterima di sisi Allah," kata Thobroni, diamini semua pelayat yang hadir.

Ucapan belasungkawa kepada mediang Dhomiril juga datang dari Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Sementara Gubernur Lampung Sjachroedin ZP sudah lebih dulu melayat di rumah duka pada Minggu (30/3) malam.

Dari pantauan Tribun, ucapan duka cita melalui karangan bunga menghiasi lingkungan rumah duka di sepanjang Jalan Imam Bonjol. Karangan bunga tersebut, di antaranya, berasal dari Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, mantan Danrem 043 Garuda Hitam Kolonel Amalsyah Tarmizi, dan Pj Bupati Pesisir Barat Kherlani.

Rasa kehilangan seorang figur seperti Dhomiril juga sangat dirasakan oleh kalangan media. Di mata para jurnalis, sosok Dhomiril dikenal sebagai pejabat yang ramah. Ia tidak pernah menolak wawancara.

Bahkan, ketika Tribun ingin mewawancarainya terkait upah minimum kota pada akhir 2013 lalu, Dhomiril masih bersedia menerima panggilan telepon. Padahal, saat itu ia sedang dirawat di RS Harapan Kita, Jakarta.

Hal senada diungkapkan Herwanda, jurnalis harian Kupas Tuntas. "Dia itu ramah banget sama wartawan. Walaupun tampangnya seram, ternyata hatinya baik. Kalau wawancara, suasananya pasti enak, nggak tegang. Dengan kata-katanya yang khas, kadang malah bikin cair suasana. Dia sosok yang berpengaruh di Bandar Lampung," ungkapnya.

Kesan sedikit berbeda diungkapkan Andi, wartawan Bandar Lampung News. Dia masih ingat peristiwa demo di kantor Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta beberapa waktu lalu. Aksi dilakukan terkait predikat Kota Bandar Lampung sebagai kota terkotor.

"Waktu itu Panglima mau masuk kantor Kemen LH. Tapi, sama satpam nggak boleh masuk karena diliatnya tatoan. Terus Panglima bilang, "Siapa kamu? Saya ini Kadisnaker Bandar Lampung,". Tapi, tetep aja si satpam nggak percaya dan tanya camat yang kebetulan ikut di situ. Setelah semua bilang kalau Panglima memang Kadisnaker, baru dibolehin masuk," kisah Andi.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung Rejab juga mengaku kehilangan sosok Dhomiril. Dikatakannya, almarhum merupakan rekan sejawat yang punya jiwa solidaritas tinggi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved