Pria Berbaju Kotak-Kotak Ditemukan Tewas dengan Enam Tusukan
Polresta Depok memastikan ada enam luka tusuk di tubuh jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan di sisi Situ Jemblung, Cimanggis, Depok.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, DEPOK- Polresta Depok memastikan ada enam luka tusuk di tubuh jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan tertelungkup di sisi Situ Jemblung, Jalan Danau Asri, Kompleks Kavling DDN, RT 5, RW 9, Harjamukti, Cimanggis, Depok, Selasa (22/7/2014) pagi.
Saat ditemukan, jenazah mengenakan baju kotak-kotak cokelat strip hitam serta bercelana jeans biru dongker. "Ada enam luka tusuk di tubuhnya," kata Wakapolresta Depok AKBP Irwan Anwar, Selasa siang.
Menurut Irwan, luka tusuk itu ada di sekujur tubuh korban mulai dari punggung sampai tubuh bagian depan. Ia mengatakan, pihaknya masih memeriksa saksi dan sudah menyisir lokasi kejadian untuk mendalami kasus ini.
"Identitas pelaku masih belum diketahui. Akan lebih mudah jika identitasnya sudah diketahui. Namun yang pasti ada enam luka tusuk di tubuhnya," katanya.
Irwan mengatakan, diduga kuat luka tusuk itulah yang mengakibatkan tewasnya korban.
Kapolsek Cimanggis, Kompol Bambang Irianto, mengatakan selain luka tusuk di tubuh korban, wajah korban juga penuh luka memar seperti dihantam benda tumpul. "Wajah korban hancur dan rusak seperti dihantam batu kali atau benda tumpul," katanya.
Menurutnya, saat diidentifikasi, pihaknya tidak menemukan identitas apa pun di tubuh korban. "Tidak ada identitas apapun pada diri korban," tambahnya.
Pria tanpa identitas ditemukan tewas, Selasa (22/7/2014) pagi. Ada sejumlah luka tusuk dan luka sabetan senjata tajam di punggung dan tubuhnya. Selain itu wajah korban tampak memar yang diduga terluka akibat hantaman benda tumpul.
Jenazah pertama kali ditemukan seorang pemulung yang juga warga setempat yakni Padeh Darpin (50). "Saya habis cari rongsokan di danau, lalu melihat ada tangan menyembul dari balik alang-alang yang dipenuhi timbunan tanah dan puing, di pinggir danau" kata Padeh di lokasi kejadian, Selasa (22/7/2014).
Ia lalu mencoba mendekati tangan yang tampak menyembul itu, apakah tangan itu tangan manusia atau bukan. Menurutnya saat menuju timbunan tanah dimana ada benda seperti tangan menyembul, ada banyak darah berceceran di semak-semak di sisi danau itu.
"Saya makin curiga. Ada juga ceceran darah yang ditutupi karpet biru, sekitar 5 meter dari mayat korban," katanya.
Menurut Padeh, awalnya ia mengira ceceran darah berupa darah binatang atau darah ayam. "Awalnya saya kira darah ayam atau binatang. Tapi amisnya menyengat," katanya.
Setelah mendekati tangan yang menyembul, Padeh melihat jenazah manusia dibalik alang-alang.
"Saya langsung lapor ke pos satpam kompleks," ujarnya.
Bersama petugas keamanan serta warga lain, kata Padeh, mereka memeriksa jenazah terutama identitas korban. "Gak ada identitas apa-apa di tubuhnya," katanya.
Menurut Padeh, luka bacok dan sabetan senjata tajam cukup menganga di punggung dan tubuh korban. "Banyak luka tusukan dan bacokan di tubuhnya. Dari punggung, badan dan semuanya," katanya.
Akibat temuan ini, warga sekitar sempat berkerumun mendatangi lokasi kejadian saat polisi melakukan identifikasi dan olah TKP. (warta kota/budi malau)