Besok, Diskusi 100 Hari Pemerintahan Ridho-Bachtiar

Isi buku ini semacam bunga rampai pemikiran para penulis dengan berbagai latar belakang.

Editor: taryono

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG- Momen 100 hari pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Ridho Ficardo-Bachtiar Basri ditanggapi lewat aktivitas intelektual dengan semangat kolektif.  Gabungan sejumlah lembaga, komunitas, dan civitas akademik akan menggelar diskusi sekaligus mengupas buku berjudul "Dari Oedin ke Ridho, 100 Hari Pemerintahan Ridho Ficardo-Bachtiar Basri".

Diskusi tersebut akan dilaksanakan pada besok, Rabu (17/9), bertempat di Aula Lampung Post. Adapun buku "Dari Oedin ke Ridho, 100 Hari Pemerintahan Ridho Ficardo-Bachtiar Basri" merupakan terbitan penerbit lokal Indepth Publishing yang berisi artikel-artikel opini berbagai kalangan yang pernah terbit di rubrik Opini harian Lampung Post.

Humas Indepth Publishing Andi Apriyadi menjelaskan diskusi tersebut bertujuan membahas serta memberi saran, masukan, dan harapan terhadap pemerintahan baru di Lampung. Upaya menerbitkan buku ini, menurut dia, berawal dari obrolan-obrolan ringan sejumlah kalangan mengenai apa yang telah dicapai dalam 100 hari pemerintahan Ridho-Bachtiar serta bagaimana seharusnya pemerintahan baru ini ke depan.

"Isi buku ini semacam bunga rampai pemikiran para penulis dengan berbagai latar belakang. Ada yang membahas dari sudut pandang akademisi, birokrat, jurnalis, seniman, dan budayawan. Mereka memandang bagaimana seharusnya sosok Ridho dan Bachtiar dalam memimpin Lampung," ujarnya, Senin (15/9).

Narasumber yang akan hadir dalam diskusi ini adalah Ridho sendiri selaku gubernur baru, Guru Besar FKIP Unila Profesor Sudjarwo, akademisi FISIP Unila Hertanto, PhD, dan Wakil Pemimpin Umum Lampung Post Djadjat Sudradjat. "Gerakan kolektif ini sudah menemui gubernur dan mendapat kepastian mengenai kedatangannya dalam diskusi. Alhamdulillah Pak Gubernur berkenan hadir," kata Andi.

Pihaknya secara terbuka mengundang para penulis, akademisi, jurnalis, budayawan, dan komunitas-komunitas untuk menghadiri diskusi ini.

Agenda yang dimotori Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Indepth Publishing, serta Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hak Asasi Manusia (PKKPHAM) Universitas Lampung (Unila) ini turut didukung beberapa pihak. Di antaranya Pusat Studi Kota dan Daerah Universitas Bandar Lampung, Bagian Hukum Tata Negara Unila, Komunitas Hijau, Primamedia, Rellung Centre, Alysa Cake, Gink, Ciprut Craft, serta BPK OI Bandar Lampung.

"Acara ini bersifat swadaya dengan semangat gotong-royong. Semua berpartisipasi berdasarkan kapasitasnya. Ada yang menyumbang kue, spanduk dan banner, suvenir pembicara, dan lainnya. BPK OI Bandar Lampung juga akan menyumbangkan saran dan masukan lewat lagu-lagu Iwan Fals," tandas Andi. (tri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved