Tarif Pelayaran Kapal Naik
DPC Gapasdap Bakauheni Tunggu Perintah Mogok
Kita masih menunggu intruksi dari DPP Gapasdap. Jika DPP Gapasdap mengintruksikan kita akan lakukan aksi mogok
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: taryono
Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Angkuta Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Bakauheni masih menunggu intruksi dari DPP Gapasdap pusat terkait rencana aksi mogok.
Aksi mogok akan dilakukan Gapasdap jika permintaan penutupan dermaga LCT (landing craft tank) Bakauheni-Bojonegoro, Cilegon Banten, ke Kemenhub tidak mendapat respons.
"Kita masih menunggu intruksi dari DPP Gapasdap. Jika DPP Gapasdap mengintruksikan kita akan lakukan aksi mogok," ujar Ketua DPC Gapasdap Cabang Bakauheni, Sunaryo, Senin (22/9).
Menurutnya, DPP Gapasdap pusat telah menyampaikan keluhannya ke Dirjen Hubda dan Hubla Kemenhub. DPP Gapasdap pun masih melakukan pembahasan bersama dengan Dirjen Hubda dan Hubla.
Diketahui pengusaha angkutan penyeberangan yang beroperasi di lintas Merak-Bakauheni, yang tergabung dalam Gapasdap mengeluhkan keberadaan kapal pendarat (landing craft/LCT) yang beroperasi di lintas Bojonegoro-Bakauheni.
Mereka meminta pengoperasian kapal LCT ditarik dari lintasan tersebut, lantaran mengurangi lebih dari 30 persen layanan penyeberangan lintas Merak-Bakauheni.