Tidak! Kenapa Kain Perban Bisa Nyangkut 5 Bulan di Lengan Buntung

Zulkarnain (25), warga Gle Dagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, dirundung ketidakmujuran beruntun

Editor: soni

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, ACEH UTARA - Zulkarnain (25), warga Gle Dagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, dirundung ketidakmujuran beruntun. Awalnya ia mengalami kecelakaan lalu lintas, sehingga tangan kanannya remuk dan harus diamputasi. Berkali-kali ia ke luar-masuk rumah sakit mengatasi keluhan di lengannya yang infeksi pascaamputasi.

Belakangan ternyata dua lembar kain kasa (perban) tertinggal selama lima bulan di dalam lengannya yang kini buntung.

Karena terasa sakit dan bernanah, alhasil Senin (29/9/2014) malam tangan pria miskin itu harus dioperasi kembali di Rumah Sakit Bunda Lhokseumawe untuk mengeluarkan kain kasa. Dari dalam lengan yang nahas itu berhasil dikeluarkan dua lembar kain kasa masing-masing seukuran 4 x 2 cm.

Zulkarnaini ditemani istrinya, Nurmalis, kepada Serambi (Tribunnews.com Network) di Rumah Sakit Bunda Lhokseumawe, Selasa (30/9/2014) sore bercerita banyak tentang kisah dukanya. Dia mengalami kecelakaan lalu lintas pada 5 April 2014 sekitar pukul 19.30 WIB di kawasan Cot Tufah, Gandapura, Kabupaten Bireuen. Tangan kanannya remuk.

Pada malam kejadian, dia dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara. Pada 7 April 2014 sekitar pukul 13.00 WIB, dokter memutuskan tangannya harus diamputasi sebatas siku. Usai dioperasi, lubang luka di tangannya tak langsung dijahit. Tapi pihak keluarga tak diberi tahu mengapa tak langsung dijahit (hecting).

Sekitar 13 hari dirawat di RSUCM, Zul diperbolehkan pulang. Tiga hari di rumah, dia kembali berkonsultasi pada dokter ahli bedah di sebuah tempat praktik di Kota Lhokseumawe. Dokter itu pun meminta dia masuk ke Rumah Sakit PMI untuk dilakukan penutupan luka bekas amputasi.

Pada 22 April dia masuk ke Rumah Sakit PMI Aceh Utara di Lhokseumawe untuk menutup lukanya. Beberapa hari dirawat di rumah sakit itu dengan status pasien miskin, Zul pun diperbolehkan pulang, karena kondisi lukanya sudah membaik.

Namun, dari hari ke hari, kondisi luka bekas amputasi di lengan Zul bukannya mengering, melainkan terus berdenyut, bahkan bernanah. Jumat (26/9/2014), saat Nurmalis, sang istri, sedang membersihkan nanah di tangan suaminya yang masih luka tersebut, ia kaget karena dari dalam sisa lengan itu mencuat kain kasa.

Nurmalis bergegas membawa suaminya kepada mantri yang buka praktik di desanya.

"Saat di tempat praktik ini sempat dipotong sedikit kain kasa yang mencuat dari bekas luka suami saya. Namun, untuk mengeluarkan semuanya, kami disarankan harus ke rumah sakit," jelasnya.

Setelah dipastikan di dalam tangannya masih tertinggal kain kasa, Zul sempat berkonsultasi dengan seorang dokter bedah di Lhokseumawe. Dia pun disarankan masuk Rumah Sakit Bunda untuk menjalani operasi kembali, guna mengambil kain kasa yang tertinggal itu.

"Usai dioperasi, kata tim medis, ada dua lembar kain kasa. Sedangkan yang diberikan kepada kami hanya sedikit saja dan sudah bau," ujar Nurmalis sambil memperlihatkan kain kasa yang sudah dikeluarkan dari dalam tubuh suaminya itu.

Nurmalis menduga, kain kasa itu tertinggal di dalam tangan suaminya saat proses penutupan luka di Rumah Sakit PMI. Alasannya, saat pulang dari RSUCM, kondisi tangan suaminya itu normal-normal saja.

"Kami sangat kecewa terhadap kejadian ini. Ini menunjukkan tim medisnya tidak bekerja profesional," ucap Nurmalis.

Direktur RS PMI Aceh Utara, dr Ferianto hanya membenarkan ada pasien bernama Zulkarnaini yang menjalani proses penutupan lubang luka pascaamputasi di rumah sakit tersebut pada 22 April. Zul dirawat di rumah sakit itu sampai 27 April. Esoknya si pasien sudah pulang atas anjuran dokter karena kondisi lukanya sudah membaik.

"Selama dirawat di rumah sakit kami dia sempat menjalani ganti perban beberapa kali dan kondisinya memang sudah normal. Jadi, kami pastikan kalau kain kasa yang berada di dalam lengannya itu bukan terjadi saat ditangani tim medis di rumah sakit kami. Tim medis kami sudah bekerja sesuai prosedur," ujar Ferianto.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved