Berita Internasional

Harga Minyak Dunia Terjun Bebas Seusai Pengumuman Gencatan Senjata AS-Iran

Pengumuman gencatan senjata selama 2 minggu, antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran langsung membuat harga minyak dunia terjun bebas, saham naik.

Tangkap Layar YouTube/FoxNews
GENCATAN SENJATA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pengumuman gencatan senjata selama 2 minggu, antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran langsung membuat harga minyak dunia terjun bebas. Harga minyak mentah berjangka AS tercatat turun sekitar 16,5 persen ke level sekitar 94 dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak acuan global Brent juga merosot signifikan hingga sekitar 95 dolar AS per barel. Namun di sisi lain, indeks saham global justru meroket naik tajam. 

Ringkasan Berita:
  • Gencatan senjata 2 minggu AS–Iran picu harga minyak dunia anjlok hingga ~16,5 persen.
  • Minyak AS turun ke ~94 dolar/barel, Brent ~95 dolar/barel.
  • Pasar saham global justru melonjak, didorong harapan stabilitas energi.
  • Pembukaan Selat Hormuz jadi sentimen utama penguatan pasar.
  • Meski reli, pasar masih volatil karena ketidakpastian keberlanjutan kesepakatan.

Tribunlampung.co.id, Iran - Pengumuman gencatan senjata selama 2 minggu, antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran langsung membuat harga minyak dunia terjun bebas.

Harga minyak mentah berjangka AS tercatat turun sekitar 16,5 persen ke level sekitar 94 dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak acuan global Brent juga merosot signifikan hingga sekitar 95 dolar AS per barel.

Namun di sisi lain, indeks saham global justru meroket tajam.

Al Jazeera melaporkan, pengumuman tersebut memicu reli pasar karena investor menyambut kemungkinan dibukanya kembali aliran minyak dan gas melalui Selat Hormuz, jalur vital energi global.

Dikutip dari Tribunnews.com, Bloomberg melaporkan indeks saham Asia Pasifik naik hingga 4,5 persen, sementara kontrak berjangka Wall Street menguat lebih dari 2 persen.

Baca juga: Peringatan Terakhir Trump ke Iran, Buka Selat Hormuz atau Seluruh Negara Hancur

Reli ini terjadi setelah pasar sebelumnya tertekan akibat lonjakan harga energi dan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Selain saham, obligasi pemerintah AS juga menguat seiring meredanya kekhawatiran inflasi.

Reuters melaporkan, penurunan harga minyak mendorong ekspektasi bahwa tekanan harga akan mereda dan membuka peluang penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.

Nilai dolar AS yang sebelumnya menjadi aset aman juga melemah, sementara emas justru menguat.

Pengumuman gencatan senjata ini disampaikan Trump hanya beberapa jam sebelum tenggat ancaman peningkatan serangan terhadap Iran.

Trump menyebut kedua pihak telah mencapai kemajuan signifikan menuju kesepakatan damai jangka panjang.

“Ini adalah awal yang baik dan dapat membuka jalan menuju pembukaan kembali yang lebih permanen,” tulis analis IG Tony Sycamore, seperti dikutip Al Jazeera."

"Langkah ini juga dipandang sebagai sinyal bahwa Washington mencari jalan keluar dari konflik yang telah memicu lonjakan harga minyak hingga 50 persen pada Maret lalu."

“Pasar telah memprediksi bahwa Trump sedang mencari jalan keluar dari konflik di Iran,” kata Jamie Cox dari Harris Financial Group.

“Sekarang dia mendapatkannya dan memanfaatkannya,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved