EDITORIAL TRIBUN
Siap-siap Kecewa pada Jokowi-JK
Bagaimanapun, Jokowi-JK juga harus berhadapan dengan faktor kompromi dan realitas politik, dan mungkin juga intervensi.
Penulis: Andi Asmadi | Editor: Andi Asmadi
JOKO Widodo dan Jusuf Kalla telah resmi menjabat Presiden dan Wakil Presiden RI. Selayaknya, begitu selesai dilantik, mereka sudah langsung start, tak perlu lagi pemanasan. Banyak masalah bangsa yang menunggu untuk diselesaikan.
Tantangan yang ada di depan kemungkinan jauh lebih berat ketimbang tantangan yang dialami pemerintaha periode sebelumnya. Karena itu, seluruh energi hendaknya disatukan untuk membawa bangsa ini menjadi jauh lebih baik.
Sayangnya, kondisi yang kontraproduktif justru tersaji di hari- hari ini. Seusai dilantik, Jokowi-JK bukannya sibuk mempersiapkan langkah strategis yang akan dijalankan. Mereka malah terjebak dalam tarik-menarik kepentingan penyusunan kabinet.
Benar, menteri yang bersih harus menjadi standar. Mereka harus menjadi sapu yang bersih. Jangan sampai yang terpilih adalah sapu kotor yang akhirnya akan ikut mengotori bangsa ini, Namun, sayangnya, persoalan itu baru mengemuka sekarang dan menguras energi begitu besar, ketika bangsa ini sudah ingin melihat kerja nyata Jokowi-JK dan kabinetnya.
Karena itu, sejak sekarang kita semua harus bersiap-siap kecewa pada pemerintahan Jokowi-JK. Mereka berdua adalah manusia biasa dengan segala keterbatasannya, yang tentu saja tidak bisa menyulap semua perasoalan bangsa dengan hanya membalikkan telapak tangan.
Apalagi, akan ada restriksi di parlemen. Kita tahu bersama, kelompok yang mayoritas di DPR adalah Koalisi Merah Putih yang pada pilpres lalu mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Mereka sudah terbukti bisa menepis keberadaan Koalisi Indonesia Hebat --yang mengusung Jokowi-JK-- dalam berbagai keputusan strategis DPR, termasuk dalam pemilihan ketua.
Bisa saja kita bermimpi bahwa Jokowi-JK merupakan perpaduan kuat yang memiliki strategi besar untuk membawa bangsa ini pada kejayaan. Bisa saja kita berharap melalui kebijakan-kebijakan yang mereka telurkan nanti, pengangguran akan berkurang dan tingkat kesejahteraan akan membaik.
Tapi, kita harus ingat, kondisi yang dialami bangsa ini tidaklah sesederhana itu. Di depan mata, ada "hantu" besar yang sudah mengadang, yakni kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Tinggal menunggu waktu. Pasti, kebijakan itu tidak akan membuat kita tertawa dan bahagia. Akan ada amarah yang membuncah. Akan ada aksi unjuk rasa di mana-mana. Bangsa ini akan membara.
Proses yang sekarang sedang berjalan, yakni penyusunan kabinet, juga berlangsung dalam suasana yang tidak biasa. Ada nama yang diserahkan ke KPK dan PPATK untuk diteropong, dan ada nama yang kemudian dikembalikan dengan tanda merah dan kuning. Lalu terjadi kasak-kusuk panjang.
Untuk menambah injury time, bola lalu dilempar ke DPR untuk meminta persetujuan terkait perubahan nama beberapa kementerian. Dengan demikian, ada waktu tujuh hari untuk mengotak-atik lagi komposisi menteri sehingga benar-benar matang untuk diumumkan. Namun, pada sisi yang lain, publik menyadari, ada tarik menarik kepentingan yang sedang terjadi.
Dalam penyusunan kabinet ini pun, kita harus siap-siap kecewa. Ekspektasi kita mungkin terlalu terlalu tinggi, dengan membayangkan Kabinet Indonesia Hebat adalah zaken kabinet yang berisi orang-orang hebat dan profesional di bidangnya. Padahal, bagaimanapun, Jokowi-JK juga harus berhadapan dengan faktor kompromi dan realitas politik, dan mungkin juga intervensi. (****)
Baca selengkapnya di koran cetak Tribun Lampung edisi Jumat (24/10/2014).