Berita Terpopuler

SUBHANALLAH, Wajah Haslina Mengeluarkan Cahaya Saat Hendak Dimakamkan

Sejumlah orang menyebut ini sebagai khusnul khatimah (berakhir dengan baik atau meninggal dengan mulia).

Editor: Andi Asmadi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Meninggalnya Haslinatul Adzlin (35) dengan wajah yang bercahaya, sebagaimana dilansir Harian Metro Malaysia, menjadi berita terpopuler dalam dua hari terakhir. Meski kebenaran peristiwa itu masih perlu dibuktikan lebih jauh, namun kabar mengenai ada jebazah yang hendak dikuburkan, wajahnya mengeluarkan cahaya sungguh tidak biasa.

Ada cahaya di kuburan dan wajah mayat berseri-seri sebagaimana disebut dalam video maupun pemberitaan media lokal Malaysia. Sejumlah orang menyebut ini sebagai khusnul khatimah (berakhir dengan baik atau meninggal dengan mulia).

Harian Metro Malaysia memberitakannya dan menempatkannya pada halaman utama dengan judul Pusara Bercahaya. Situs Malaysian Review Blogezine memublikasinnya dengan judul Kubur Bercahaya Haslinatul Adzlin, Pelik Liang Lahad Bersinar.

Situs malaysiastylo.com memublikasikannya dengan judul Harussani Ulas Mengenai Kubur Bercahaya Ibu Tunggal, Haslinatul Adzlin. Situs malaysiandigest.com memublikasikannya dengan judul Burial Site Glowing With Light.

Setelah berita itu dimuat, beragam respon yang muncul melalui media sosial. Ada yang menyebut sebagai hoax, rekayasa, meragukan kesahihannya, dan ada pula secara refleks memuja keagungan Sang Maha Pencipta melalui ucapan subhanallah (Maha Suci Allah).

Mufti (ulama) Malaysia pun turut menanggapi. Sebagaimana dikutip dari Malaysian Review, Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria menilainya sebagai tanda yang baik. Kendati demikian, dia memita agar ada bukti sahih jika ini dianggap sebagai khusnul khatimah.

“Kalau betul kubur berkenaan bercahaya, ia membawa tanda yang cukup baik kepada jenazah berkenaan, namun setiap penyebaran berita itu mestilah dilakukan dengan bukti yang sahih,” kata Tan Sri Harussani Zakaria. Menurutnya, peristiwa demikian tidak pernah termuat dalam Alquran maupun hadis.

“Dulu-dulu pernah ada kes (kasus) seperti ini, namun ia tidak pernah tertulis di dalam Alquran mahupun (maupun) hadis. Kalau penyebaran perkara membawa kebaikan kepada jenazah tidak apa kerana dalam Islam, kita tidak dibenarkan memburukkan jenazah,” katanya ketika dihubungi sebagaimana diberitakan Harian Metro.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved