Bernostalgia di Tempatnya Mengorbit, Miyabi Tampil di Arena Tari Telanjang

Miyabi alias Maria Ozawa sepuluh terakhir ini sampai dengan akhir Desember 2014 aktif

Editor: soni

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TOKYO - Miyabi alias Maria Ozawa sepuluh terakhir ini sampai dengan akhir Desember 2014 aktif berpartisipasi dalam berbagai pertunjukan panggung di Rokku-za Strip Theater di Asakusa Tokyo.

Teater ini kini tengah sekarat dan di masa lalu ratu porno Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi pernah menari telanjang di lokasi tersebut dan dapat dikatakan awalnya dia mulai mengorbit sebagai artis porno.

"Saya sedih sekali Rokku-za sedang sekarat saat ini," kata Miyabi kepada Tribunnews.com baru-baru ini.

Sambil mengenang masa lalu dan merasa prihatin dengan rencana penutupan teater tersebut per akhir tahun ini, Miyabi tetap tampil berdansa di sana tetapi kali ini dalam pakaian utuh dan cantik, gaun renda-renda bulu-bulu warna putih.

"Hari-hari terakhir teater kita buat kenangan yang terbaiknya bagi semuanya," ungkapnya lagi.

Miyabi mengaku sedih dengan penutupan teater tersebut. Itulah sebabnya salah satu upaya untuk menghilangkan kesedihannya kalau bisa ingin ke Bali, "Entah kapan bisa ke Bali. Kalau ada yang mengundang saya ke Indonesia pasti segera saya ke Indonesia, sekaligus menikmati Bali yang indah itu," paparnya lagi kepada Tribunnews.com.

Teater Rokku-za dikelola oleh Saito Kanko, yang tanggal 15 Oktober lalu mengumumkan kebangkrutan.

Perusahaan itu mulai mengelola teater bagi para penari telanjang sejak April 1984. Teater itu dibuka sejak 1947 oleh perusahaan lain sebelum akhirnya dikelola oleh Saito Kanko. Kini saat terakhir 10 karyawan telah di-PHK karena likuidasi perusahaan pengelola tersebut. Utang tercatat 238 juta yen saat ini.

"Karena banyak video porno saat ini termasuk pula internet membuka film porno bebas buat umum atau pun yang bayar, teater itu jadi tidak laku, jumlah pengunjung sangat sedikit sehingga harus membukukan kerugian pada akhirnya," ungkap Takahashi, sumber Tribunnews.com di dunia malam Tokyo.

Lokasi Asakusa Taito-ku memang merupakan Tokyo di zaman dulu dan banyak orang miskin saat ini di daerah tersebut.

Namun merupakan area bersejarah bagi banyak budaya Jepang, penampilan jalanan, komedi, bioskop dan sebagainya, kini sudah banyak yang tutup dan bangkrut.

Banyak artis Jepang pernah tampil di sana selain Miyabi, Eriko Goto, Hitomi Kobayashi dan Minako Komukai yang debutnya dimulai Juni 2009.

Penghasilan tahunan teater ini mencapai 880 juta yen di tahun 1994.

Seorang penulis dunia malam, Taizo Ebina, menyatakan dua hal membuat teater ini bangkrut. Pertama karena lelaki Jepang saat ini tidak tertarik lagi kepada tarian telanjang. Hal yang kedua karena penari telanjang saat ini tidak memiliki kharisma, hanya mencari uang saja asal menari sehingga tidak punya "greget" tinggi bagi pengunjung.

"Para aktris memang mungkin saja berpenampilan cantik bagus tetapi menurut saya mereka lemah dalam personalitas dirinya. Setidaknya mereka gagal membuat banyak orang datang melihat bahkan melototi tariannya sampai ke pinggir panggung tarian telanjang. Jadi tampak lemah daya tarik tarian telanjang saat ini," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved