Siswa SMK Penerbangan Sering Kehujanan Saat Belajar
Rencana Disdikbud Lampung yang akan mengguyur sekolah yang rusak dengan dana Rp 68 miliar mendapatkan respon positif SMK Penerbangan Radin Intan.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Teguh Prasetyo
Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung yang akan mengguyur sekolah yang rusak dengan dana Rp 68 miliar mendapatkan respon positif SMK Penerbangan Radin Intan.
Ia menilai, renovsi harus segera terealisasi dengan cepat dan tepat. "Kami ini kan di bawah komandonya Disdikbud Bandar Lampung, jadi kami juga meminta disdikbud merenovasi gedung kami yang rusak," kata Kepala SMK Penerbangan Radin Intan, Suprihatin, saat ditemui Tribun Lampung di meja kerjanya, Selasa (27/1/2015)
Suprihatin mengatakan, sekolah yang berdiri sejak lima tahun lalu itu belum pernah diperbaiki sama sekali. Sehingga banyak permasalahan yang terjadi. Mulai dari cat sekolah yang luntur dan atap ruang kelas bocor. Alhasil ketika proses kegiatan belajar mengajar (KBM), siswa kebasahan dan ini sangat memprihatinkan sekali.
Diakuinya, ia sudah pernah mengajukan perbaikan gedung ke Disdikbud Bandar Lampung melalui proposal sebanyak dua kali. Tapi tidak ada satupun yang berhasil.
Pada tahun ajaran baru ini, ia akan kembali mengajukan proposal renovasi gedung ke pihak disdikbud dan berharap sekolah yang dihuni 50 siswa itu segera diperbaiki.
"Kasihan anak-anak ini, kalau belajar semuanya ketetesan air hujan. Kami memohon kerendahan hati para pejabat di Disdikbud agar bisa merekomendasikan sekolahnya untuk direnovasi. Ini demi kepentingan dan kenyamanan para siswa," keluhnya. (*)