Banjir di Lampung
Bandar Lampung Dikepung Banjir, BMKG Umumkan Status Awas
Terkait peristiwa banjir, lewat unggahan resmi di sosial medianya, BMKG Lampung telah menetapkan status AWAS untuk wilayah Bandar Lampung.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Hujan deras disertai petir dan angin kencang yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak Selasa (14/4/2026) sore mengakibatkan sejumlah titik vital di Kota Tapis Berseri terendam banjir.
Melalui unggahan resmi di sosial medianya, BMKG Lampung telah menetapkan status AWAS untuk wilayah Bandar Lampung.
Monitoring curah hujan hingga Selasa pukul 19.30 WIB, curah Hujan di wilayah Bandar Lampung tercatat mencapai 75.2 mm, yang masuk dalam kategori sangat lebat.
Wilayah terdampak ialah Kecamatan Kedaton, Kemiling, Sukarame, Tanjungkarang Barat, Panjang, Tanjungkarang Timur, Tanjungkarang Pusat, Telukbetung Selatan, Telukbetung Utara, Rajabasa, Tanjung Senang, Sukabumi, Labuhan Ratu, Way Halim, Langkapura, Enggal, Kedamaian, Bumi Waras, dan sekitarnya.
BMKG memperingatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ini berpotensi meningkatkan debit air permukaan secara drastis, terutama di daerah dataran rendah dan wilayah dengan sistem drainase yang kurang optimal.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem ini merupakan dampak dari masa pancaroba.
"Bulan April ini memasuki masa pancaroba, yaitu masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Secara umum, curah hujan di Provinsi Lampung pada April 2026 diprakirakan berada pada kriteria menengah hingga tinggi, berkisar antara 51 - 300 mm per bulan," ujar Rudi kepada Tribunlampung.co.id
Rudi menambahkan, karakteristik pancaroba sendiri diantaranya terjadi perubahan cuaca sevcara mendadak.
"Di masa pancaroba, pagi hingga siang terasa sangat terik, namun tiba-tiba hujan lebat di sore atau malam hari. Sebelum hujan, kelembapan udara biasanya sangat tinggi sehingga terasa pengap," Jelasnya.
Selain itu,munculnya awan Cumulonimbus (Cb) yang memicu angin kencang, puting beliung, petir yang intens, hingga potensi hujan es.
Mengingat status AWAS yang masih berlaku, BMKG Lampung mengeluarkan sejumlah imbauan bagi warga Bandar Lampung.
"Berhati-hati saat melintasi jalan protokol karena adanya potensi genangan air dan jalan licin yang mengganggu jarak pandang," Imbuhnya
Warga diminta gotong royong memeriksa drainase di sekitar rumah untuk memperlancar aliran air.
Selalu perbarui informasi cuaca secara real-time melalui website, aplikasi, atau media sosial resmi @infoBMKG dan BPBD setempat.
( Tribunlampung.co.id / Hurri Agusto )
| Antisipasi Narkoba, Petugas Lapas Kalianda Lampung Tes Urine Warga Binaan |
|
|---|
| Kunker ke Lampung, Wamenkes Tegaskan Pentingnya Deteksi Penyakit TB |
|
|---|
| Kerugian akibat Angin Puting Beliung di Kalirejo Lampung Tengah Rp 350 Juta |
|
|---|
| Stok Terbatas, Alat Pengering Gabah di Pringsewu Baru Tersedia Dua Unit |
|
|---|
| Terungkap Motif Pria di Lampung Tengah Tega Bacok Kakak Ipar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/banjir-di-Bandar-Lampung-Selasa-malam.jpg)