Berita Lampung
1 Juta Wisatawan Berkunjung ke Pesawaran, tapi Lama Tinggal Hanya 3 Jam
Kurnia menjelaskan arah pembangunan pariwisata Pesawaran yang tertuang dalam dokumen Kemilau Pesawaran: Bumi Wisata Sejuta Pesona.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Daniel Tri Hardanto
Ringkasan Berita:
- Arah pembangunan pariwisata Pesawaran yang tertuang dalam dokumen Kemilau Pesawaran: Bumi Wisata Sejuta Pesona.
- Salah satu fokus utama yakni tingginya jumlah kunjungan wisatawan yang belum berdampak optimal terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
- Dinas Pariwisata mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke Pesawaran sepanjang 2025 mencapai 1.028.284 orang.
- Namun, rata-rata lama tinggal wisatawan masih berada di angka tiga jam.
Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Plt Kepala Dinas Pariwisata Pesawaran Kurnia Oktaviani memaparkan cetak biru pengembangan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Pesawaran Tahun 2026 dalam Rapat Desk Teknis Pembentukan KWT yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (2/6/2026).
Kurnia menjelaskan arah pembangunan pariwisata Pesawaran yang tertuang dalam dokumen Kemilau Pesawaran: Bumi Wisata Sejuta Pesona.
Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah upaya mengatasi paradoks sektor pariwisata di Pesawaran, yakni tingginya jumlah kunjungan wisatawan yang belum berdampak optimal terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Dinas Pariwisata mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke Pesawaran sepanjang 2025 mencapai 1.028.284 orang.
Namun, rata-rata lama tinggal wisatawan masih berada di angka tiga jam.
“Ini menjadi tantangan mendasar yang harus kita selesaikan bersama. Wisatawan datang menikmati keindahan laut, tetapi sebagian besar langsung kembali tanpa menginap maupun membelanjakan lebih banyak uangnya di destinasi lokal,” ujar Kurnia.
Untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, Pemkab Pesawaran menyiapkan strategi penataan kawasan berbasis klaster melalui pembagian beberapa Satuan Wilayah Pembangunan (SWP) yang saling terintegrasi.
Di Zona Utara, pengembangan diarahkan pada sektor agroindustri dan budaya.
Kawasan ini akan dikembangkan melalui wisata berbasis pertanian, termasuk pemanfaatan potensi Pesawaran sebagai salah satu sentra kakao nasional melalui rencana pembangunan Pabrik Mini Cokelat.
Selain itu, kawasan tersebut juga akan diperkuat dengan pengembangan Desa Wisata Negeri Katon sebagai sentra kain tapis serta Desa Bagelen yang memiliki nilai sejarah transmigrasi.
Sementara itu, kawasan pesisir akan dikembangkan sebagai zona inti pariwisata bahari dengan dukungan fasilitas akomodasi bertaraf internasional.
Keberadaan Lampung Marriott Resort and Spa diharapkan menjadi pusat distribusi wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan di Pesawaran, mulai dari kawasan glamping Bukit Cendana hingga puluhan pulau wisata yang tersebar di wilayah tersebut.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian dalam forum tersebut adalah konsep Sailing of Teluk Lampung, yang dirancang untuk mengatasi persoalan kemacetan di jalur wisata pesisir, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Melalui konsep tersebut, Pemkab Pesawaran merencanakan pembangunan jaringan transportasi wisata berbasis laut melalui skema Sea Hub Link.
| Pendaki yang Tersesat di Gunung Tanggang Ditemukan dalam Keadaan Selamat |
|
|---|
| Polisi Lumpuhkan Pelaku Pembunuhan di Lampung Timur karena Melawan |
|
|---|
| Cegah Kebakaran Saat Musim Kemarau, Polda Lampung Imbau Warga Cek Instalasi Listrik |
|
|---|
| 751 Ribu Kendaraan di Lampung Menunggak Pajak, Bapenda Tawarkan Keringanan |
|
|---|
| Polda Lampung Ingatkan Warga Waspada Korsleting Listrik Penyebab Kebakaran Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Paradoks-pariwisata-di-Pesawaran.jpg)