Berita Lampung

1 Juta Wisatawan Berkunjung ke Pesawaran, tapi Lama Tinggal Hanya 3 Jam

Kurnia menjelaskan arah pembangunan pariwisata Pesawaran yang tertuang dalam dokumen Kemilau Pesawaran: Bumi Wisata Sejuta Pesona.

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Istimewa
PENGEMBANGAN WISATA - Rapat Desk Teknis Pembentukan KWT yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (2/6/2026). 

Jalur ini akan menghubungkan kawasan wisata di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, hingga Tanggamus menggunakan armada kapal wisata jenis phinisi.

“Kami ingin memindahkan sebagian pergerakan wisatawan dari jalur darat ke jalur laut sehingga konektivitas antar destinasi menjadi lebih nyaman dan efisien,” kata Kurnia.

Rencana tersebut akan didukung pembangunan Dermaga Wisata Pesawaran serta penataan kawasan kampung nelayan terpadu sebagai bagian dari pengembangan destinasi.

Selain menyiapkan infrastruktur, Pemkab Pesawaran juga membuka peluang investasi yang lebih luas bagi sektor swasta. 

Melalui Peraturan Daerah tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi, pemerintah daerah menyiapkan kawasan investasi efektif seluas 3.475,41 hektare untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Menurut Kurnia, investor yang berpartisipasi dalam pengembangan kawasan wisata akan memperoleh berbagai kemudahan, termasuk insentif berupa pembebasan sejumlah pajak dan retribusi daerah, salah satunya biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk proyek kemitraan pionir.

"Kami ingin menciptakan iklim investasi yang kompetitif dan menarik bagi para pelaku usaha yang ingin berinvestasi di sektor pariwisata Pesawaran," ujarnya.

Rapat desk teknis tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix.

Pengembangan KWT Pesawaran akan melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media guna mempercepat terwujudnya Pesawaran sebagai gerbang ekowisata bahari unggulan di Provinsi Lampung.

Turut mendukung pengembangan kawasan tersebut sejumlah mitra strategis, di antaranya Institut Teknologi Sumatera (Itera), Politeknik Negeri Lampung, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kelompok sadar wisata, serta pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved