Berita Lampung
BMKG Sebut Suhu Panas Kemarau di Lampung Saat Ini Masih Terkategori Normal
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II, Rudi Harianto mencatat suhu panas tertinggi masih normal.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- BMKG mengungkap suhu panas di Lampung saat ini masih terkategori normal.
- Tercatat suhu panas tertinggi masih berkisar 33-34 derajat celcius.
- Itu terjadi pada siang hari sekitar pukul 12.00-13.00 WIB.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap suhu panas di Lampung saat ini masih terkategori normal.
Baca juga: BMKG Sebut Cuaca Panas yang Dirasakan Warga Bandar Lampung Saat Ini Imbas Kemarau
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II, Rudi Harianto mencatat suhu panas tertinggi masih normal berkisar 33-34 derajat celcius.
Menurutnya, itu terjadi pada siang hari sekitar pukul 12.00-13.00 WIB. Musim kemarau ini, lanjut dia, suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celcius.
"Sekarang suhunya normal, belum ada peningkatan suhu," kata Rudi, Senin (1/6/2026).
Rudi memastikan, cuaca panas kali ini belum dikatakan ekstrem.Menurut Rudi, suhu panas bisa dikatakan ekstrem ketika berada di atas 3 derajat celcius.
Meskipun demikian, dia meminta masyarakat waspada musim kemarau. Pada bulan Juni 2026 ini sudah memasuki musim kemarau.
Rudi menuturkan, BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Juli, Agustus, hingga September 2026.
Musim kemarau diprakirakan berlangsung hingga November mendatang. "Kita prediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli, Agustus, dan September. Untuk musim kemarau sendiri kita prakirakan berlangsung sampai November," ujarnya.
BMKG juga mengingatkan sejumlah dampak yang berpotensi terjadi selama musim kemarau. Yakni mulai dari kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis air bersih, hingga penurunan kondisi kesehatan masyarakat akibat cuaca panas dan minimnya curah hujan.
Rudi menyebut daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yakni Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, dan Way Kanan.
Selain itu, Kota Bandar Lampung juga menjadi salah satu wilayah yang kerap menghadapi persoalan krisis air bersih saat musim kemarau berlangsung cukup panjang.
Terkait kemungkinan pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca (TMC), Rudi mengatakan hingga saat ini belum ada rencana yang disiapkan. "Untuk modifikasi cuaca, sampai saat ini belum ada rencana," ujarnya.
Menghadapi musim kemarau, BMKG mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, memperbaiki kebocoran saluran air, dan menampung air hujan yang masih turun untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak. Sementara bagi petani, BMKG menyarankan agar menyesuaikan waktu tanam dan memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
BMKG juga meminta pemerintah daerah bersama para petani meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
| Jemaah Haji asal Pringsewu Diduga Meninggal Akibat Serangan Jantung di Arab Saudi |
|
|---|
| Kronologi Kebakaran Warung Ayam Geprek di Metro, Api Hanguskan Seluruh Bangunan |
|
|---|
| Kebijakan WFH Pemkab Pesawaran Pangkas Biaya Listrik Rp40 Juta Tiap Bulan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Lampung 2 Juni 2026, Cerah Berawan dan Hujan Ringan di Beberapa Wilayah |
|
|---|
| Digerebek Saat Paketkan Sabu, 3 Pengedar di Lampung Selatan Diringkus Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Cuaca-panas.jpg)