TKI di Korea Selatan Tewas, Merantau Ingin Kuliahkan Anaknya
Dia ingin membahagiakan kedua anaknya dan bercita-cita akan menyekolahkan anak-anak hingga tingkat Universitas.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GROBOGAN - Kabar meninggalnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Wonoboyo, Desa Tawangharjo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Catur Agung Susanto (36), menyisakan kesan duka yang mendalam bagi pihak keluarga.
Pihak keluarga tak menyangka jika bapak dua anak itu begitu cepat pergi meninggalkan mereka selama-lamanya. Di mata keluarga, Catur sapaan karibnya, dikenang sebagai seorang sosok pekerja keras serta figur ayah yang bertanggungjawab penuh terhadap keluarganya.
Sebelum bekerja sebagai TKI di Korea Selatan, Catur merupakan karyawan swasta di perusahaan leasing di Grobogan. Penghasilan yang dirasa masih kurang untuk mencukupi kebutuhan hidup saat itu, mendorong niat Catur untuk banting stir profesi menjadi TKI.
Namun sayang, nasib berkata lain, upaya keras Catur untuk merubah strata hidupnya menjadi kandas. Catur menghembuskan nafas terakhirnya setelah delapan bulan bekerja di perusahaan perikanan di Korea Selatan.
"Mas Catur itu sayang sama keluarga. Dia ingin membahagiakan kedua anaknya dan bercita-cita akan menyekolahkan anak-anak hingga tingkat Universitas. Makanya dia bekerja menjadi TKI. Hasil pendapatan bekerja di Korea Selatan dia sisakan sebagai tabungan untuk sekolah anak-anaknya nanti, " ungkap Istri Catur, Nunung Widyastuti (33) yang masih syok, Jumat (06/03/2015) sore.
Kakak Ipar Catur, Sovian Endy (36), menambahkan, sebelum meninggal dunia, catur sering berpesan kepada dirinya untuk senantiasa menjaga kedua anaknya. Catur menyampaikan kepada Sovian agar apapun permintaan kedua anaknya supaya dikabulkan.
"Catur sudah menitipkan kedua anaknya kepada saya," kata Sovian yang berprofesi sebagai dokter di RSUD Kabupaten Grobogan ini.
Untuk diketahui, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Wonoboyo, Desa Tawangharjo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Catur Agung Susanto (36) dikabarkan meninggal dunia di negara tempat dia bekerja Korea Selatan akibat serangan jantung pada Rabu (04/03/2015) pagi.
Pihak perusahaan perikanan tempat Catur bekerja menyampaikan jika Catur meninggal dunia saat bekerja. "Pagi itu dia berangkat bekerja. Namun karena merasa nyeri pada jantungnya, Catur lalu ijin ingin berobat ke rumah sakit. Namun belum sempat berobat, dia sudah meninggal, " kata Kakak Ipar Catur, Sovian Endy (36). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/catur-agung-susanto.jpg)