Hadapi Orang Gila, Terkadang Kita Mesti Pura-pura Gila

Tugas berat sebagai seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak, belum lagi tugas di kepolisian ternyata tidak menyurutkan semangat Aiptu Nanik Yuliati

Editor: soni
tribunnews

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Tugas berat sebagai seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak, belum lagi tugas di kepolisian ternyata tidak menyurutkan semangat Aiptu Nanik Yuliati, seorang Polwan di Polres Nganjuk, Polda Jatim untuk aktif membebaskan korban pasung di Nganjuk Jawa Timur.

Beruntung pengabdiannya sebagai polisi masyarakat itu didukung penuh oleh keluarga besarnya termasuk oleh Polres nganjuk tempatnya berdinas sebagai anggota Bhabinkamtibnas.

Lalu, apa yang menjadi motivasi Aiptu Nanik mau ambil bagian sebagai motor pnggerak korban bebas pasung ?

Apakah dirinya tidak takut, risih serta canggung saat harus berkomunikasi dan berhadapan langsung dengan para korban pasung ?

"Tidak memungkiri, memang awalnya saya takut. Tapi saya tahu, orang gila juga punya hati dan perasaan. Mereka bisa diajak ngobrol walau kadang tidak nyambung," katanya.

Aiptu Nanik melanjutkan, kini setelah setahun menggeluti pekerjaanya yang dekat dengan korban pasung serta keluarganya, ia mengaku sudah terbiasa dan tidak lagi mengalami kesulitan.

"Ini panggilan hati, makanya saya rela. Korban pasung itu juga manusia kasian kalau diipasung ditempat yang tidak layak," tegasnya.

Diutarakan Aiptu Nanik, menangani para korban pasung butuh kesabaran ekstra dan terkadang perlu pula pura-pura gila.

Atas pengabdiannya sebagai motor penggerak dalam program Jawa Timur bebas pasung, pada Kamis (5/3/2015) kemarin bertempat di PTIK, Aiptu Nanik mendapatkan penghargaan "Polmas Award" dari Kabarhakam, Komjen Putut Eko Bayuseno.

Atas penghargaan itu, Aiptu Nanik mengaku sangat bahagia dan bersyukur. Ia pun berharap apa yang dibuatnya bisa menggugah para Bhahinkamtibnas lainnya untuk bisa mengikuti jejak Aiptu Nunik.

"Kuncinya senang dan iklas. Semoga anggota Bhabinkamtibnas lainnya bisa mengikut apa yang saya lakukan," tambahnya.

Kerja keras Aiptu Nanik tercatat dari sebanyak 17 orang warga Nganjuk bisa dibebaskan dari Pasung. Bahkan Aiptu Nanik juga membantu penderita penyakit tumor sebanyak 16 orang.

Semuanya bermula dari adanya program Gubernur Jawa Timur yang mencanangkan Jatim Bebas Pasung. Lalu Kapolres Nganjuk memerintahkan anggota Bhahinkamtibnas termasuk Aiptu Nanik mendata warga masyarakat di Nganjuk yang menjadi korban pasung

Setelah didata, kemudian Aiptu Nanik melakukan pendekatan pada keluarga korban pasung untuk bisa melepaskan dan membawa korban pasung mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Saat pendekatan dengan keluarga, Aiptu Nanik mengaku butuh kesabaran ekstra menjelaskan pada keluarga.
Termasuk butuh beberapa kali pendekatan agar keluarga mau membebaskan dan bersedia keluaranya yang dipasung dirawat hingga sembuh di rumah sakit jiwa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Tags
Nganjuk
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved