Miskin, Pria Penderita Kanker Darah Panggang Tubuhnya di Atas Api

secara rutin ia selalu memanggang tubuhnya hingga panas tubuhnya mencapai 42 derajat celsius.

Penulis: tak ada | Editor: taryono
Metro
Broke Jia Binhui 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, YUNNAN - Keterbatasan dana membuat pria asal Provinsi Yunnan, Tiongkok, ini mencari tepat untuk bertahan hidup. Broke Jia Binhui yang menderita leukimia ini menggunakan metode pengobatan unik buatannya sendiri dengan cara memanggang tubuhnya di atas api guna mengurangi sel-sel mematikan di dalam tubuhnya.

Baca juga: Remaja Gantung Dirinya Usai Ibunya Meninggal karena Kanker Darah

Baca Juga: Kerap Diejak, Siswa Berjari Tangan Kaki seperti Bebek Pindah Sekolah

Dilansir dari Metro, Sabtu (11/4/2015), dijelaskan jika secara rutin ia selalu memanggang tubuhnya hingga panas tubuhnya mencapai 42 derajat celsius. Ia pun memiliki panggangan khusus untuk menjalankan metode pengobatan unik buatannya tersebut.

Awal mula dirinya menjalani metode pengobatan seperti ini lantaran dirinya putus asa didiagnosa mengidap penyakit leukimia dan harus menjalani operasi transplatasi sumsum tulang belakang. Beruntung saat itu ia mendapatkan donasi dana dari seorang dermawan sebesar 55.000 GBP atau sekitar Rp 1 miliar lebih untuk membayar proses operasinya.

Namun, perawatan berkelanjutan yang harus dijalaninya tidak dapat terpenuhi lantaran pendapatannya sebagai buruh tidak tercukupi. Ingin tetap bertahan hidup, Jia pun mencari cara tepat untuk pengobatannya.

"Saat itu tim medis mengatakan jika saya harus mendapatkan terapi panas tubuh setinggi 42 derajad celsius. Dengan panas tubuh setinggi itu, sel kanker di dalam tubuhnya pun akan mati. Kita lihat saja nanti, apakah metode ini akan memberikan hasil yang baik atau tidak," ujar Jia.

Lebih lanjut Jia mengatakan jika dirinya secara rutin mengumpulkan serbuk-serbuk gergaji dan ranting- ranting pohon di dekat rumahnya untuk dibakarkan di bawah punggungnya.

"Saya sempat diberitahu jika berendam di dalam air panas juga bisa memberikan pengaruh baik untuk tubuh saya. Tapi, saya rasa mustahil jika air bisa bertahan panasnya dalam beberapa jam. Itulah sebabnya saya pakai metode panggangan seperti ini," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved