Berita Terkini Nasional

Kesaksian Budi saat 2 Temannya Dibakar Hidup-hidup oleh Sekelompok Pemuda

Ketika itu Budi melarikan diri dari kawanan pemuda yang tiba-tiba menyerang. Naas kedua teman Budi menjadi bulan-bulanan.

Tayang: | Diperbarui:
TribunBali.com/Istimewa
EVAKUASI - Evakuasi jenazah di Jalan Raya Pelabuhan Benoa mencekam pada Jumat 10 April 2026. Saksi sampaikan kronologi kejadian. 

Ringkasan Berita:
  • Kesaksian Budi Listiyono (25) saat dua temannya dibakar hidup-hidup oleh sekelompok pemuda di Pelabuhan Benoa.
  • Ketika itu Budi melarikan diri dari kawanan pemuda yang tiba-tiba menyerang.
  • Naas kedua teman Budi menjadi bulan-bulanan.

Tribunlampung.co.id, Bali - Kesaksian Budi Listiyono (25) saat dua temannya dibakar hidup-hidup oleh sekelompok pemuda di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.

Ketika itu Budi melarikan diri dari kawanan pemuda yang tiba-tiba menyerang. Nahas kedua teman Budi menjadi bulan-bulanan.

Jenazah kedua teman Budi ditemukan di area rawa depan Restoran B Sirip Tuna Biru kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa.

Insiden mencekam itu terjadi pada hari Jumat, 10 April 2026 dini hari pukul 03.30 WITA.

Sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan perburuan intensif terhadap kelompok pelaku, diduga berjumlah lebih dari lima orang.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan 2 Mahasiswa Unila

Kedua korban yakni HA (28) asal Semarang dan seorang pria bernama Egi.

"Peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi," kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya dikutip dari Tribun-Bali.com.

Sat Reskrim Polresta Denpasar bersama Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini.

Budi menceritakan awal mula peristiwa tragis itu saat dirinya bersama kedua korban,  HA dan Egi,  mengonsumsi minuman keras di kawasan Benoa sejak pukul 02.30 WITA. 

Korban Egi kemudian mengajaknya membeli minuman tambahan menggunakan jasa ojek daring (Maxim). Karena tidak menemukan warung yang buka di sekitar lampu merah (TL) Pesanggaran, mereka memutuskan turun dan berjalan kaki kembali ke arah Benoa. 

Saat ketiganya sedang duduk beristirahat di depan Restoran B Sirip Tuna Biru, tiba-tiba mereka didatangi oleh sekitar enam atau tujuh orang yang mengendarai sepeda motor.

Tanpa basa-basi, kelompok tersebut langsung melakukan pengeroyokan secara membabi buta.

Budi berhasil menyelamatkan diri dengan lari dan bersembunyi ke bagian belakang restoran. Namun nahas, kedua rekannya tidak berhasil meloloskan diri dari amukan para pelaku. 

Kekejaman pelaku tidak berhenti pada penganiayaan fisik. Sekitar pukul 04.30 WITA, Yos Barliansyah yang tinggal di sekitar lokasi mendengar keributan dan melihat pemandangan mengerikan.

Ia menyaksikan beberapa orang tengah membakar tubuh korban di kegelapan malam.  

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved