"SBY Sudah di Puncak Karier, Jangan Turun Kelas Jadi Calon Ketum Lagi"

SBY cukup menyaksikan semuanya berjalan baik, bukan menempatkan diri di dalam kongres sebagai calon.

Tribun Jogja
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, saat singgah di Gunungkidul, DIY, Selasa (10/3/2015). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono disarankan untuk tidak kembali maju sebagai calon ketua umum dalam Kongres III Partai Demokrat. SBY dinilai telah berada di puncak karier sehingga maju sebagai calon ketua umum sama saja menurunkan kelasnya.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, SBY berada di puncak karier setelah berhasil memimpin partai, berhasil mendongkrak perolehan suara dalam Pemilu 2014, dan berhasil menyelesaikan masa jabatan sebagai Presiden selama dua periode.

Atas dasar itu, Siti menyarankan SBY menjadi figur panutan di internal Demokrat dan memastikan partainya tetap solid.

"Saya bilang, SBY sudah ada di puncak karier sebagai politisi, jangan down grade dengan maju sebagai calon (ketua umum) lagi," kata Siti, saat dihubungi, Senin (27/4/2015).

Menurut Siti, SBY sebaiknya mengambil peran di Partai Demokrat dengan jabatan dewan pembina atau majelis tinggi. Ketokohan dan kultur internal Demokrat ia anggap masih memerlukan SBY sebagai figur penting yang mampu menjaga soliditas.

"SBY cukup menyaksikan semuanya berjalan baik, bukan menempatkan diri di dalam kongres sebagai calon (ketua umum)," ujarnya.

Siti menambahkan, ada dua kemungkinan yang membuat SBY bersedia maju kembali sebagai ketua umum Demokrat. Dua alasan itu adalah karena SBY menganut kultur ingin tetap berkuasa melalui partai politik, atau karena SBY merasa sebagai pemilik penuh Partai Demokrat.

"Merasa memiliki penuh partainya sehingga partai dianggap rumah tangganya. Jangan ada kecenderungan salah seperti itu," ungkap Siti.

Karena itu, Siti mendorong agar Kongres III Demokrat digelar adil dan demokratis. Peluang bagi kader yang memenuhi syarat sebagai calon ketua umum harus dibuka lebar dan jangan ada skenario aklamasi sebelum kongres berlangsung.

Wakil Ketua Majelis Tinggi Demokrat Marzuki Alie sebelumnya menyarankan agar SBY tidak mencalonkan diri sebagai ketua umum. Menurut Marzuki, ketokohan SBY lebih diperlukan sebagai pemersatu internal dan pembimbing partai.

SBY mengaku bersedia kembali menjabat ketum jika didukung mayoritas kader Demokrat. Ia mengaku sebenarnya ingin menyerahkan posisi ketua umum Demokrat selanjutnya kepada kader Demokrat lainnya.

Namun, dia mengaku tidak bisa menolak permintaan yang begitu besar dari semua kader Demokrat di seluruh Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved