Perusahaan Ciptakan Parfum Khusus Kenang "Aroma" Keluarga Telah Meninggal
Katia nyaman menatap wajah ayahnya melalui bingkai foto atau menonton video. Tapi yang paling dirindukan adalah, aroma ayahnya.
Penulis: martin tobing | Editor: martin tobing
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Katia Apalategui sangat berduka ayah kandungnya tiada. Gadis ini merindukannya.
Katia nyaman menatap wajah ayahnya melalui bingkai foto atau menonton video. Tapi yang paling dirindukan adalah, aroma ayahnya.
Untuk mengobati rasa rindu khususnya aroma sang ayah, perusahaan Apalategui berjanji
membawa kenyamanan bagi Katia melalui produk parfum.
Apalategui bekerjasama dengan tim ahli kimia yang bisa mengembangkan teknologi meniru bau yang tepat dan kemudian diproduksi melalui parfum.
Para ahli kimia dari Universitas Havre mengklaim telah mengembangkan teknik mereproduksi aroma seseorang dari pakaian mereka selama empat hari.
Apalategui mengusung konsep perusahaannya sebagai "pencipta link penciuman. Materi promosi yang diusung dalam video ini pun berpusat seputar nostalgia dan bukan terkait orang meninggal saja.
Parfum juga dapat dibuat untuk keperluan lain yang mengingatkan terhadap anggota keluarga terkasih yang masih hidup. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/parfume_20150428_155843.jpg)