Hati-Hati, Campak Bisa Sebabkan Kematian Anak
Gejalanya diikuti mata memerah dan berair, sariawan, atau diare selama 3-5 hari. Bila panas tubuhnya terlalu tinggi, anak bisa kejang.
Penulis: Ferika Okwa Romanto | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Penyakit yang diakibatkan virus tak henti menghantui para orangtua dalam mengasuh balita mereka. Salah satunya campak yang gampang menular dan menyerang si buah hati. Campak yang biasa dikenal sebagai tampek, morbili, atau measles ini, penularannya melalui udara dan umumnya menyerang anak-anak.
Penyakit yang muncul pada masa pancaroba ini disebabkan virus rubella. Biasanya virus ini menyerang anak dengan kondisi imun lemah. Sebagai antisipasi, diwajibkan orangtua meningkatkan imun anak melalui imunisasi.
Adapun usia balita yang acap kali diserang campak di atas usia lima bulan. Sebab, virus ini jarang menyerang bayi di bawah lima bulan, karena pada usia tersebut bayi mewarisi kekebalan ibunya. Kecuali jika sang Ibu belum pernah menderita penyakit ini.
Menurut dr Aldo Aprizo, gejala campak sangat mirip dengan influenza, yakni panas tinggi, batuk, dan pilek. Sehingga sulit menentukan apakah anak terkena campak atau bukan. Namun pada campak, gejalanya diikuti mata memerah dan berair, sariawan, atau diare selama 3-5 hari. Bila panas tubuhnya terlalu tinggi, anak bisa kejang.
"Kondisi fisik yang dialami penderita campak adalah muncul ruam merah di area badan dengan ciri bentol kecil berwarna merah dan agak bersisik. Untuk penanganannya, sebaiknya sebelum satu minggu anak menderita campak. Karena bila terlambat bisa menyebabkan shock bahkan kematian," kata owner Klinik Setia Way Kanan ini.
Menurut Aldo, pada dasarnya penyakit yang disebabkan virus tidak ada obatnya. Akan tetapi bisa ditanggulangi melalui tindakan medis. Pada campak misalnya, bila demam tinggi baiknya anak diterapi cairan melalui infuse dengan komposisi pas. Beri asupan gizi yang cukup dan antibiotik karena rentan terkena infeksi.
Untuk optimalnya penanganan campak, saran Aldo, langkah paling bijak yang dilakukan adalah segera berkonsultasi dengan ahli medis atau dokter. Selain itu ada baiknya ruam merah penderita campak dikeluarkan secara keseluruhan. Caranya melalui observasi, terapi cairan, asupan gizi yang cukup, dan istirahat cukup.
"Pada prinsipnya penyakit campak sembuh dengan sendirinya bila daya tubuh (imun) penderita makin baik. Namun ada kemungkinan virus ini kembali menyerang, kendati sangat jarang terjadi campak menyerang dua kali. Makanya konsultasi adalah langkah tepat untuk mencegah dan menanggulangi penyakit ini," kata alumnus Universitas Malahayati ini.
Aldo mengatakan, cara terbaik untuk membentengi balita dari penyakit campak adalah dengan pemberian imunisasi yakni vaksin campak atau vaksin MMR (Mumps, Measles and Rubella). Orangtua pun patut waspada pada usia anaknya 2-5 tahun, karena di usia ini campak paling sering menyerang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/anak-kena-campak_20150517_112331.jpg)