Enjoy Lampung

Tambah Koleksi Batik Anda dengan Batik Motif Siger Khas Lampung

Teknik menggambar, memberikan malam, mewarnai, hingga perebusan persis sama dengan pembuatan batik di Solo, Yogyakarta.

Penulis: heru prasetyo | Editor: Heribertus Sulis
Tribun Lampung/Heru
Siger Roemah Batik di Kemiling, Bandar Lampung. 

Berapa Harganya?
Lalu berapa kocek yang harus disiapkan untuk menebus sehelai batik tulis Lampung? harga minimal yang bisa kalian siapkan mulai dari Rp 250.000 hingga jutaan rupiah. Mahal? Tentunya harga ini relatif. Pasalnya untuk mencipta batik tulis yang sedemikian indah dengan memakan proses waktu yang lama, harga tersebut rasanya masuk di akal.

Tentu tidak adil jika membandingkan dengan harga batik cap yang harganya bisa jauh lebih miring. Batik tulis memiliki keindahan tersendiri yang tidak bisa disandingkan dengan batik cap yang dapat diproduksi secara masal.

Batik tulis konon memiliki strata keindahan seni maha tinggi diantara karya batik lainnya. Pengerjaannya yang rumit, mengikutsertakan banyak orang dan memakan waktu lama, menjadikan batik tulis sebagai masterpiece.

Begitu pun dengan batik Lampung pimpinan Laila Al Khusna yang merupakan satu dari sekian pemroduksi batik tulis, dikerjakan dengan telaten setiap tahap demi tahapnya. Para perempuan asuhan Lembaga Kursus dan Pendidikan Batik Siger yang telah terampil dengan teliti menggambar, memberikan malam (nyanting), mewarnai hingga merebus kain hingga menjadi sehelai kain batik yang indah.

Una begitu ia disapa, mengatakan batik adalah sebuah karya yang agung. Sebab dalam pengerjaannya yang ditangani banyak orang, memiliki pengharapan dan doa dari pekerja tersebut agar karya batik yang dibuat menjadi menarik.

"Sehelai kain batik itu, dikerjakan oleh minimal tujuh orang. Mulai dari gambar, nyanting, warna, rebus, sampai akhir jadi siap tampil di galeri, itu dibarengi doa mereka. Agar apa? Agar hasil kerjaan mereka menjadi bagus," kata Una.

"Jadi enggak salah kalu kita bilangnya ini karya masterpiece. Helai tiap kain batik ini mengandung doa dari tiap pekerjanya," jelas Una seraya mengatakan keagungan tersebut terlepas dari keindahan dan kedalaman tiap makna motif yang dituangkan dalam kain batik tulis.

Digunakan Istri Gubernur dan Putri Indonesia
Ciri khas motif yang ditampilkan Batik Lampung, ujar Una menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta batik dan kolektor di daerah lain.Kain batik, dan produk jadi dari Galeri Siger Roemah Batik pun akhirnya digunakan oleh segala lapisan kalangan.

Karya batik tulis Una pun kerap digunakan Yustin Ridho Ficardo istri dari Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dalam tiap kesempatan. Begitu juga dengan Laras Maranatha Tobing Putri Indonesia Lampung. Selain itu, Una juga rajin mengikuti eksebisii keluar negeri untuk kenalkan potensi Batik Tulis Lampung, seperti ke Amerika Serikat, Abu Dhabi, Malaysia, Singapura.

"Wah kalo pemasaran dan yang make batik Lampung sekarang sudah luas, selain ibu (gubernur), batik kita juga kita pasarkan ke luar. Alhamdulillah, secara nasional dan internasional batik Lampung diterima sebagai hasil karya yang adi luhung," ungkap Una yang belum lama ini mengikuti pameran di Moscow, Jerman dan Iran.

Perempuan yang hobi mendesain ini pun berharap, batik yang merupakan salah satu Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity Unesco bisa lestari di masyarakat.

"Batik ini sudah menjadi warisan dunia, sudah sepantasnya kita hidup dan menghidupi batik yang merupakan karya yang sarat dengan pekerjaan hati ini. Tidak perlu malu, karena ini identitas dan warisan yang berharga dari nenek moyang," tegasnya.

Tribun Lampung/Perdi
Perajin batik sedang menyelesaikan proses pembuatan batik di Lembaga Kursus dan Pendidikan Batik Siger Kemiling, Bandar Lampung, Jumat (17/4/2015).

Dedikasi Berbalas Upakarti
Komitmen dan totalitas Al Khusna dalam menciptakan batik Lampung tidak perlu lagi dipertanyakan. Ia terbukti telah memberdayakan masyarakat sekitar kediamannya dengan proses membuat batik Lampung. Bukan itu saja, usahanya ini pun secara tidak langsung sebagai wujud kecintaan sekaligus upaya pelestarian buday a Lampung di era modern.

Maka tidak heran bila Dinas Perindustrian Kota Bandar Lampung pada tahun 2014 mengajukan Siger Roemah Batik dengan LKP Siger Batik yang dikelola oleh Al Khusna sebagai nominator penerima Upakarti bidang Kepeloporan dari Kementerian Perindustrian. Tanpa memiliki ambisi yang tinggi, penghargaan Upakarti pun jatuh kepada Una atas dedikasi yang selama ini ia berikan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved