Enjoy Lampung

Serunya Asam Pedas Sambal Seruit Khas Lampung di RM Cikwo

Bagi masyarakat pendatang, seruit merupakan istilah yang asing di telinga. Bilapun sudah pernah mendengarnya, tentang rupa dan bentuk kuliner

Penulis: heru prasetyo | Editor: soni

Namun kelebihan di rumah makan ini tempoyak yang disajikan sengaja diracik sendiri dengan menampilkan kelezatan durian asli Lampung. Bagi masyarakat Lampung, menikmati sensasi seruit di sini dijamin bisa mengobati kerinduannya dengan kampung halaman.

Selain seruit dengan aneka sajian ikannya, RM Cikwo juga menampilkan makanan khas Lampung lain yang tidak kalah lezatnya. Sebut saja di antaranya, Taboh Iwa Tapa Semalam, Pandap, Serbat Kwenii, dan puluhan makanan tradisional lainnya. Tidak hanya itu, ada pula pilihan varian makanan nusantara hingga menu western yang ditawarkan di lokasi ini.

Mengusung tagline "Singgah Pay, Cecas Pay, Pasti Ketagehan", tempat kuliner asli Lampung Pesisir ini dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung kenyamanan konsumen. Seperti ruang ber-AC, musala, free wifi, dan menyediakan pilihan snack atau oleh-oleh khas Lampung. untuk informasi jelasnya, bisa menghubungi 0812-7327-6777.

Taboh Iwa Tapa Semalam

Kuliner khas Lampung, memang tidak bisa dipisahkan dari makanan berunsur ikan-ikanan air tawar. Salah satunya, penganan berjuluk Taboh Iwa Tapa Semalam yang ditampilkan dalam menu kuliner andalan RM Cikwo.

Dijelaskan Isna, makanan satu ini adalah olahan dari jenis ikan nila utuh yang di asap, atau masyarakat lebih mengenalnya dengan ikan asap. Untuk ukuran ikannya, setiap porsinya sengaja dipilah minimal seberat dua ons besarnya.

"Secara teknis, ikan nila diasap selama 24 jam, atau sesuai dengan sebutannya dalam bahasa Lampung iwa tapa semalam. Adapun istilah taboh (gurih), berasal dari paduan sayuran kepayang (kluwek) dan kuah santan sebagai campuran kuahnya," jelas Isna.

Untuk mempercantik tampilan kuliner ini, si empu rumah makan sengaja memberikan topping berupa potongan tomat dan daun kemangi di bagian permukaannya. Adapun cita rasanya, identik gurih pedas dengan aroma wangi ikan asap yang menggugah selera makan.

Isna menambahkan, untuk menikmatinya cukup dengan padu padan nasi hangat, sambal terasi, dan aneka lalapan. Sedangkan untuk seporsi lengkapnya, konsumen cukup merogoh kocek sebesar Rp 22.000 saja.

"Ikan nila asap ini, juga disukai karena dagingnya amat lembut. Sehingga, biasanya sengaja dipilih untuk menemani makan siang. Sensasi berkeringat ketika menyantapnya, terkadang menjadi alasan konsumen lebih memilih menu satu ini," terangnya berpromosi.

Pandap, Pepes dari Lampung

Masih menyajikan kuliner berbahan baku ikan, kali ini RM Cikwo menawarkan Pandap sebagai salah satu kreasi kuliner tradisionalnya. Makanan khas Lampung ini, sejenis pepes yang di bungkus daun talas muda dengan isian bumbu lengkap, ikan simba fillet, dan parutan kelapa.

"Berbeda dengan pepes umumnya, kuliner ini diolah dengan cara direbus hingga air rebusan mengering. Adapun bahan-bahannya, terdiri dari daun pisang sebagai pembungkus pertama, daun talas muda pembungkus kedua, dan isian bumbu, simba fillet, dan kelapa parut," jelas Isna.

Buat anda yang memesan menu yang satu ini, balutan daun talas muda tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus. Daun ini bisa dimakan berikut dengan isiian di dalamnya juga loh. Adapun cita rasanya, identik gurih, manis, dan pedas. Di tambah, aroma rempah kayu manis yang menggundang selera.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved