Enjoy Lampung
Menyibak Rahasia Kamasutra Lampung di Museum Negeri Ruwa Jurai
Satu museum milik Sai Bumi Ruwa Jurai yang menyimpan banyak informasi mengenai adat dan budaya masyarakat Lampung sejak masa sejarah
Penulis: heru prasetyo | Editor: soni

Di luar rahasia tadi, Museum Lampung juga memiliki koleksi yang cukup fenomenal. Museum yang terletak di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Gedongmeneng, Rajabasa, Bandar Lampung ini menyimpan sebuah koleksi benda yang sangat langka, yaitu Bejana Perunggu. Di Indonesia, benda ini hanya ditemukan di tiga lokasi, yakni di Madura, Jambi, dan Lampung. Dari tiga bejana perunggu itu, dua di antaranya diletakkan di Museum Nasional Jakarta. Sementara satunya disimpan di Museum Lampung.
Menurut Kasi Pelayanan UPTD Museum Lampung Ruwa Jurai , Budi Supriyantobenda yang berasal dari masa pra sejarah ini, ditemukan oleh seorang warga bernama Mujiono, di Desa Sri Monosari, Kecamatan Labuhan Maringgai, kabupaten Lampung Timur, pada tahun 1987 secara tidak sengaja ketika sedang menggarap tanahnya.

"Setelah diteliti, bejana tersebut diperkirakan dibuat pada 3000 SM, atau berasal pada masa prasejarah peninggalan kebudayaan masyarakat Perundagian. kebudayaan perunggu dimulai pada masa perundagian yang dikenal dengan kemahiran masyarakatnya dalam teknik peleburan pencampuran dan penuangan logam,"ujar Budi.
Bejana perunggu yang ditemukan di Lampung ini, lanjut Budi, merupakan bejana yang bentuknya paling utuh dan bagus dibandingkan dua bejana yang ditemukan di Kerinci, Provinsi jambi dan Asemjaran, Madura.
"Kita lihat bejana ini berbentuk bulat panjang seperti keranjang untuk tempat ikan yang diikatkan dipinggang. Di mana bejana ini dibuat dari dua lempengan perunggu yang cembung yang diletakkan dengan pacuk besi pada sisinya. Jika kita lihat, pada dinding bejana bermotifkan pucuk pakis yang kemungkinan merupakan gambaran dari cacing laut yang dipercaya sebagai makanan dan energi dewa yang muncul setiap setahun sekali,'ungkapnya.
Di Asia Tenggara, campuran perunggu diperoleh dari melebur bersama tembaga dan timah yang digunakan sejak abad ke 7-SM sampai abad ke-3 SM.

Budi mengatakan, sampai sekarang, fungsi dari bejana perunggu tersebut, tidak diketahui secara pasti, kemungkinan disebabkan penemuan bejana yang terbatas yang mempersulit proses penelitian lebih lanjut. "Namun kesimpulan sementara ini, fungsi dari bejana perunggu tersebut, berfungsi sebagai wadah air suci sebagai kegiatan ritual di jaman itu,"tutur Budi.
Hingga saat ini, koleksi Museum Lampung sudah mencapai 4.747 koleksi. Ribuan koleksi itu terbagi dalam 10 jenis. Yakni geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika, keramologika, senirupa, dan teknologika.

Museum ini sendiri berlokasi di Jalan ZA Pagar Alam Gedong Meneng Bandar Lampung. Lokasinya tak jauh dari terminal induk Rajabasa, sehingga anda dapat menggunakan angkutan kota jurusan Rajabasa atau BRT jurusan Rajabasa Sukaraja untuk mencapainya dengan tarif Rp 5.000 sekali jalan. (*)